Trump Sebut Blokade AS Terhadap Iran Bisnis yang Menguntungkan: Kami Seperti Bajak Laut

3 hours ago 2

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:06 WIB

VIVA – Presiden AS Donald Trump mengatakan Angkatan Laut AS bertindak "seperti bajak laut" -- menggambarkan penyitaan kapal-kapal Iran di Selat Hormuz sebagai "bisnis yang sangat menguntungkan," dalam pelaksanaaan blokade laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. 

"Kami mengambil alih kapal, kami mengambil alih kargo, kami mengambil alih minyak. Ini bisnis yang sangat menguntungkan,"   kata Trump dalam pidatonya dalam sebuah acara di negara bagian Florida, Jumat, 1 Mei 2026, dilansir Reuters.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami seperti bajak laut. Kami agak seperti bajak laut tetapi kami tidak bermain-main."

Beberapa kapal Iran telah disita oleh Amerika Serikat setelah meninggalkan pelabuhan-pelabuhan Iran, bersama dengan kapal kontainer yang dikenai sanksi dan kapal tanker Iran di perairan Asia.

Ilustrasi blokade AS terhadap kapal-kapal Iran di Selat Hormuz layaknya aksi bajak laut

Iran telah memblokir hampir semua kapal yang melewati Selat Hormuz selain kapal-kapalnya sendiri sejak awal perang. Trump telah memberlakukan blokade terpisah terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Trump terus membela blokade tersebut karena selama ini, kata dia,  Iran telah menggunakan "Selat Hormuz sebagai senjata selama bertahun-tahun, mereka mengatakan akan menutupnya. Jadi, mereka menutupnya, lalu saya menutupnya untuk kapal mereka."

Mengenai perundingan nuklir yang sedang berlangsung dengan Iran, Trump meragukan apakah kesepakatan memang diinginkan. "Sejujurnya, mungkin lebih baik kita tidak membuat kesepakatan sama sekali," ujarnya, tetapi kemudian mengklaim bahwa situasi tersebut tidak dapat dibiarkan berlanjut.

Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari yang memicu pembalasan dari Teheran terhadap sekutu-sekutu AS di Teluk yang menjadi tuan rumah pangkalan AS serta penutupan Selat Hormuz.

Perang tersebut telah menaikkan harga minyak dan menyebabkan blokade Selat Hormuz, jalur penting bagi sekitar 20 persen pengiriman minyak dan gas alam cair global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Trump, yang telah menawarkan jadwal dan tujuan yang berubah-ubah untuk perang yang tetap tidak populer di AS, telah menghadapi kecaman luas atas komentarnya tentang konflik tersebut, termasuk ketika ia mengancam akan menghancurkan seluruh peradaban Iran bulan lalu.

Banyak pakar AS mengatakan bulan lalu bahwa serangan Amerika terhadap Iran mungkin merupakan kejahatan perang setelah ia mengancam akan menargetkan infrastruktur sipil.  

Halaman Selanjutnya

Gencatan senjata diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan, diikuti dengan perundingan di Islamabad pada 11-12 April, namun tidak tercapai kesepakatan. Trump kemudian secara sepihak memperpanjang gencatan senjata tanpa menetapkan kerangka waktu baru, atas permintaan Pakistan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |