Bank Besar Mulai Gantikan Manusia dengan AI, Lebih dari 7.000 Pekerja Jadi Korban

5 hours ago 1

Senin, 1 Juni 2026 - 19:16 WIB

Jakarta, VIVA – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) semakin mengubah cara perusahaan menjalankan bisnis, termasuk di sektor perbankan. Teknologi yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai alat pendukung kini mulai mengambil peran yang lebih besar dalam berbagai aktivitas operasional, mulai dari layanan pelanggan hingga proses administrasi internal.

Seiring perkembangan tersebut, banyak perusahaan mulai menyesuaikan strategi bisnis mereka dengan mengurangi pekerjaan yang dapat diotomatisasi dan meningkatkan investasi di bidang teknologi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu langkah terbaru datang dari Standard Chartered yang mengumumkan rencana pemangkasan ribuan karyawan dalam beberapa tahun ke depan. Bank yang bermarkas di London itu menyatakan akan memangkas lebih dari 7.000 pekerjaan hingga tahun 2030. 

Melansir dari Reuters, Minggu, 1 Juni 2026, ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat profitabilitas, dan memanfaatkan teknologi AI secara lebih luas. Perusahaan dilaporkan berencana memangkas sekitar 15 persen posisi pada fungsi korporasi. 

Dari lebih dari 52.000 pegawai yang bekerja di fungsi tersebut, lebih dari 7.000 posisi diperkirakan akan terdampak. Chief Executive Officer atau CEO Standard Chartered, Bill Winters, menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar upaya mengurangi biaya operasional.

"Ini bukan penghematan biaya. Dalam beberapa kasus, kami mengganti sumber daya manusia yang bernilai lebih rendah dengan modal finansial dan modal investasi yang kami tanamkan," ujarnya.

Saat ini, Standard Chartered memiliki hampir 82.000 karyawan di seluruh dunia. Menurut Winters, pengurangan tenaga kerja akan dilakukan secara bertahap melalui otomatisasi dan penerapan AI, sementara sebagian pegawai akan mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan agar dapat menempati posisi baru.

"Jadi, bagi mereka yang ingin meningkatkan keterampilan dan melanjutkan karier, kami memberikan setiap kesempatan untuk menempatkan diri pada posisi yang baru."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penggunaan AI dalam industri perbankan semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Banyak lembaga keuangan global berlomba-lomba mengintegrasikan teknologi tersebut untuk meningkatkan efisiensi, mempercepat layanan, sekaligus mengurangi biaya operasional jangka panjang.

Standard Chartered menjadi salah satu bank besar yang secara terbuka mengaitkan strategi efisiensi tenaga kerja dengan pemanfaatan AI. Menurut Winters, sebagian besar posisi yang terdampak nantinya berada di pusat operasional atau back-office bank yang tersebar di berbagai negara.

Halaman Selanjutnya

Lokasi yang disebut berpotensi terdampak antara lain Chennai dan Bengaluru di India, Kuala Lumpur di Malaysia, serta Warsawa di Polandia. "Tentu saja kami menggunakan AI dalam proses ini dan AI akan menjadi fasilitator serta pendorong utama transformasi tersebut."

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |