Kamis, 23 April 2026 - 09:30 WIB
VIVA – Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada hari Rabu, membela perubahan haluan pemerintahan Trump baru-baru ini untuk sementara memperpanjang pengecualian sanksi yang memungkinkan penjualan minyak Rusia ke negara-negara sekutu yang sudah berada di laut.
Pengecualian selama 30 hari yang diumumkan Jumat lalu, dimaksudkan untuk mendinginkan harga energi yang melonjak. Tetapi hal itu terjadi hanya dua hari setelah Bessent mengatakan kepada wartawan bahwa Washington tidak akan memperbarui pengecualian tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Langkah terbaru ini memungkinkan pembelian minyak dan produk minyak bumi yang telah dimuat ke kapal hingga Jumat, hingga pukul 00:01 (0401 GMT) pada 16 Mei. Ini memperpanjang pelonggaran sanksi sebelumnya yang berakhir pada 11 April.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengecam pelonggaran sanksi terhadap minyak Rusia pada akhir pekan, mengatakan bahwa ini memberikan uang untuk perang Moskow di Ukraina.
Bessent mengatakan kepada sidang anggaran subkomite Alokasi Senat AS bahwa permintaan memperpanjang keringanan sanksi terhadap minyak Rusia, datang dari para pemimpin keuangan sekitar 10 negara selama pertemuan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia pekan lalu. Bessent mengaku "didekati oleh lebih dari 10 negara yang paling rentan dan termiskin dalam hal energi."
"Mereka meminta kami untuk memperpanjang sanksi (pengurangan) tersebut, dan itu hanya untuk 30 hari," kata Bessent kepada subkomite Anggaran Senat.
Ia menolak kritik bahwa pengecualian sementara atas pembelian minyak Rusia dan Iran bertujuan untuk memperkaya Teheran, dengan mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk menurunkan biaya energi.
Terpisah, Asisten Menteri Keuangan AS untuk Pendanaan Terorisme Jonathan Burke menegaskan bahwa AS masih terus mencari cara baru untuk menjatuhkan sanksi terhadap Rusia dan Iran.
Ia menambahkan bahwa pengecualian sanksi terhadap minyak dari Rusia dan Iran tidak akan memberikan manfaat signifikan bagi kedua negara tersebut, serta dinilai sulit menghasilkan keuntungan nyata dari kebijakan sanksi tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Kami terus mengidentifikasi cara-cara baru untuk menerapkan sanksi terhadap Rusia dan Iran,” kata Burke dalam sidang dengar pendapat di DPR AS.
Sebelumnya pada Maret, Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri AS mengeluarkan lisensi umum yang mengizinkan seluruh transaksi terkait minyak Rusia dan Iran yang telah dimuat ke kapal hingga masing-masing pada 11 April dan 19 April.
Halaman Selanjutnya
Kemudian pada 21 Maret, NBC News melaporkan bahwa kebijakan tersebut berpotensi memberikan Iran lebih dari 14 miliar dolar AS. Namun, Menteri Keuangan AS Scott Bessent kemudian membantah angka tersebut dan menyebutnya sebagai "mitos", tetapi ia tidak memberikan angka alternatif.

1 week ago
4


























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3064552/original/005518800_1583060624-zohre-nemati-6sNQftdA3Zs-unsplash.jpg)