Bapanas Ungkap Biang Kerok Harga Cabai Rawit Melonjak Tinggi

3 weeks ago 6

Senin, 16 Februari 2026 - 18:02 WIB

Jakarta, VIVA – Badan Pangan Nasional alias Bapanas memastikan bahwa tingginya harga cabai rawit merah di sejumlah pasar, bukan disebabkan oleh kekurangan produksi.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa mengatakan, lonjakan harga cabai rawit disebabkan kendala cuaca dan keterbatasan tenaga kerja pemetik di sentra produksi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia mengatakan, secara nasional produksi cabai rawit masih mencukupi, namun proses pemetikan terganggu akibat intensitas hujan yang tinggi.

“Produksi sebenarnya sangat cukup, tetapi masalahnya di petik. Saat hujan tinggi, tenaga kerja tidak berani memetik karena cabai akan cepat busuk,” kata Ketut dikutip dari Antara, Senin, 16 Februari 2026.

Petani memanen cabai rawit di area persawahan di Kediri.

Photo :

  • ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

Selain faktor cuaca, Ketut menyebut keterbatasan tenaga kerja juga dipengaruhi periode libur nasional, yang menyebabkan pasokan ke pasar induk terkoreksi meski stok di tingkat produksi masih tersedia.

Dia menjelaskan bahwa kondisi tersebut membuat distribusi cabai ke pasar induk tidak berjalan optimal, sehingga harga di tingkat konsumen menjadi lebih tinggi. Bapanas menegaskan bahwa kenaikan harga tersebut tidak berkaitan dengan praktik penimbunan atau permainan harga oleh pelaku usaha.

“Sesuai arahan Kepala Bapanas, tidak boleh ada penimbunan dan tidak boleh ada kenaikan harga yang tidak wajar," ujar Ketut.

Dia menambahkan, pengawasan akan terus dilakukan bersama Satgas Pangan Polri untuk memastikan distribusi pangan berjalan sesuai ketentuan.

Perbaikan kondisi cuaca dan kembalinya aktivitas pemetikan diharapkan dapat meningkatkan pasokan cabai dalam dua pekan ke depan. Dengan demikian, harga cabai rawit merah diperkirakan dapat kembali bergerak turun secara bertahap.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, hasil pemantauan dan sidak Bapanas di Pasar Induk Kramat Jati menunjukkan harga cabai rawit merah berada di kisaran Rp 80.000 per kilogram (kg), lebih rendah dibandingkan sepekan sebelumnya yang sempat mencapai Rp 90.000 per kg hingga Rp 100.000 per kg.

Harga tersebut tak jauh dari data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PHIPS) Nasional pada Senin, yang menunjukkan harga rata-rata cabai rawit merah sebesar Rp 79.950 per kg di pasar tradisional seluruh provinsi.

Blok Rokan yang dikelola PT Pertamina Hulu Rokan (PHR)

Uji Produksi Sumur Libo Milik Pertamina Hulu Rokan Hasilkan 1.274 Barel Per Hari

PT Pertamina Hulu Rokan melaporkan bahwa uji produksi pertama sumur Libo SE #86 di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, menghasilkan hingga 1.274 barel minyak per hari.

img_title

VIVA.co.id

16 Februari 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |