VIVA – Kylian Mbappe menunjukkan ketajamannya bersama Real Madrid. Laga melawan Real Betis menjadi momen spesial bagi penyerang asal Prancis itu, karena menandai penampilannya yang ke-100 sejak berseragam Los Blancos.
Di usia karier yang masih sangat produktif, Mbappé langsung mencatatkan angka yang sulit dipercaya. Dari 100 pertandingan di semua kompetisi, ia telah mengoleksi 85 gol, rasio yang menunjukkan betapa besar pengaruhnya di lini depan Los Blancos.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sejak menjalani debut pada 14 Agustus 2024, Mbappé hampir tak tergantikan dalam berbagai ajang. Ia tampil dalam 62 pertandingan LaLiga, 25 laga Liga Champions, lima pertandingan Copa del Rey, empat laga Piala Dunia Antarklub, tiga kali di Piala Super Spanyol, serta satu penampilan di UEFA Super Cup.
Dominasi Mbappé sudah terasa sejak musim pertamanya. Ia tampil dalam 59 pertandingan dan mencetak 44 gol, sekaligus membantu Madrid meraih gelar UEFA Super Cup dan Intercontinental Cup. Tak hanya itu, kontribusinya yang konsisten membuatnya sukses mengamankan Sepatu Emas Eropa untuk pertama kalinya dalam kariernya.
Memasuki musim keduanya, performa sang bintang justru semakin menggila. Dari 41 pertandingan yang sudah dijalani, Mbappé telah mengoleksi 41 gol, rata-rata satu gol per laga. Catatan ini menempatkannya sebagai pemuncak daftar top skor di LaLiga dan Liga Champions, dua kompetisi paling bergengsi di Eropa.
Statistik tersebut mempertegas satu hal: Kylian Mbappe bukan hanya sekadar rekrutan besar, tetapi juga investasi yang langsung membayar lunas kepercayaan Real Madrid. Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin ia akan mencetak sejarah baru sebagai salah satu legenda klub dalam waktu yang jauh lebih cepat dari perkiraan.
Profil Kylian Mbappe, Dari Bocah Bondy Jadi Mesin Gol Dunia
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Lahir di Bondy, pinggiran kota Paris, Kylian Mbappe sudah dekat dengan sepak bola sejak kecil. Ayahnya berprofesi sebagai pelatih, sementara sang ibu merupakan mantan atlet, yang membuat Mbappe tumbuh dalam lingkungan olahraga yang kuat.
Namanya mulai mencuri perhatian saat membela AS Monaco. Di usia muda, ia tampil tanpa beban dan mampu bersaing di level tertinggi. Musim 2016/2017 menjadi titik penting dalam kariernya, ketika ia membawa Monaco juara Ligue 1 dan melangkah jauh di Liga Champions.
Halaman Selanjutnya
Performa tersebut membuat Paris Saint-Germain merekrutnya. Bersama PSG, Mbappe berkembang menjadi salah satu penyerang paling berbahaya di dunia. Ia tidak hanya mengandalkan kecepatan, tetapi juga semakin tajam dalam penyelesaian akhir dan pergerakan tanpa bola.

3 hours ago
3



























