Sabtu, 25 April 2026 - 14:05 WIB
Jakarta, VIVA – Biaya operasi militer Amerika Serikat (AS) terhadap Iran mencapai 61 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.000 triliun berdasarkan pemantau real time Iran War Cost Tracker.
Portal tersebut memperbarui data secara seketika (real-time) dan menghitung biaya yang dibutuhkan untuk personel serta kapal yang dikerahkan ke wilayah tersebut dan juga pengeluaran terkait lainnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Metodologi perhitungannya berdasarkan atas laporan Pentagon kepada Kongres, yang menyebutkan bahwa enam hari pertama operasi menelan biaya 11,3 miliar dolar AS (sekitar Rp194 triliun), ditambah pengeluaran lainnya yang akan mencapai 1 miliar dolar AS (sekitar Rp17 triliun) per hari.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap target di Iran yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan menewaskan korban sipil.
Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan. Perundingan selanjutnya di Islamabad, Pakistan berakhir tanpa membuahkan hasil. Namun demikian, tidak ada pengumuman permusuhan dilanjutkan, meski AS mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran.
Pada Selasa, 21 April 2026, Presiden AS Donald Trump mengatakan AS akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran sambil terus melakukan blokade.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Keesokan harinya, Trump mengatakan bahwa pembicaraan damai dengan Iran "mungkin" terjadi dalam 36 hingga 72 jam ke depan. (Ant)
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Netanyahu Ungkap Alasan Tunda Pengumuman Kanker Prostat, Takut Dimanfaatkan Iran
Netanyahu mengumumkan dirinya telah didiagnosis kanker prostat stadium awal. Dia menyebut sengaja menyembunyikan kondisi kesehatannya lantaran takut propaganda Iran
VIVA.co.id
25 April 2026

3 hours ago
2



























