Mesir, VIVA – Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama Syekh Ahmad Al Misry kembali memanas. Setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA dan PPO) Polri, kini muncul kabar baru yang menyebut sang pendakwah telah ditahan di Mesir.
Informasi tersebut pertama kali disampaikan oleh Habib Mahdi, yang dikenal sebagai pelapor utama sekaligus koordinator para korban dalam perkara ini. Pernyataan itu muncul dalam sebuah video yang diunggah akun ulynlc pada Jumat, 24 April 2026. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam video tersebut, Habib Mahdi menyampaikan sindiran yang diduga ditujukan kepada Ahmad Al Misry. Ia juga menyinggung soal media sosial sang pendakwah yang disebut tidak lagi aktif.
"Ini ada berita baru nih, handphone mati, IG mati, TikTok mati, semua media sosial mati. Udah ada yang ditahan nih," katanya, dikutip Sabtu 25 April 2026.
Tak berhenti di situ, ia kembali melontarkan komentar bernada menantang.
"Ayo nongol dong. Kasihan sampai nggak bisa ke mana-mana. Makanya cepet balik, jangan nongkrong di sana aja. Bye," ujarnya lagi.
Meski pernyataan tersebut langsung ramai diperbincangkan, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian maupun otoritas terkait mengenai klaim bahwa Ahmad Al Misry sudah ditahan di Mesir. Informasi yang diumumkan aparat sebelumnya baru sebatas penetapan status tersangka.
Kasus ini sendiri semakin menjadi sorotan setelah Habib Mahdi menggelar konferensi pers beberapa waktu lalu. Saat itu, ia menanggapi bantahan dari Ahmad Al Misry yang menyebut tuduhan kepadanya sebagai fitnah. Mahdi menegaskan bahwa pihak pelapor memiliki bukti-bukti kuat terkait dugaan tindak asusila tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di sisi lain, Ahmad Al Misry melalui pernyataannya membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya. Ia menilai tudingan tersebut sebagai serangan yang tidak berdasar dan merusak nama baiknya.
Sang pendakwah juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan tindakan asusila sebagaimana yang dituduhkan oleh para pelapor. Terkait keberadaannya di Mesir saat kasus ini mencuat, ia menyebut keberangkatan tersebut sudah direncanakan jauh sebelumnya.
Halaman Selanjutnya
Menurut keterangan yang disampaikan melalui kuasa hukum, keberadaannya di Mesir berkaitan dengan urusan keluarga sekaligus agenda dakwah yang telah dijadwalkan lebih dulu.

3 hours ago
3



























