Senin, 16 Februari 2026 - 00:12 WIB
Korea Utara, VIVA –Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, disebut mulai mengambil langkah untuk memperkuat posisi putrinya, Kim Ju Ae sebagai calon penerus. Bahkan, ada tanda-tanda bahwa sang putri yang saat ini berusia antara 13-14 tahun sudah ikut memberikan pandangan dalam urusan kebijakan. Hal ini disampaikan para anggota parlemen Korea Selatan pada Kamis waktu setempat, mengutip hasil pengarahan dari badan intelijen.
Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) akan mencermati apakah putri Kim, yang diyakini bernama Kim Ju Ae, akan menghadiri pertemuan Partai Buruh yang berkuasa dalam waktu dekat. Mereka juga akan memperhatikan bagaimana ia diperkenalkan di acara tersebut, termasuk kemungkinan penyematan jabatan resmi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Dulu NIS menyebut Kim Ju Ae masih ‘dalam tahap belajar sebagai penerus’. Namun hari ini istilah yang digunakan adalah ia ‘berada dalam tahap penunjukan internal sebagai penerus’,” ujar anggota parlemen Lee Seong-kweun kepada wartawan setelah mengikuti pengarahan tertutup dari NIS dikutip dari laman Reuters, Senin 16 Februari 2026.
Kim Ju Ae, yang diperkirakan masih berusia awal remaja, belakangan semakin sering muncul di media pemerintah Korea Utara. Ia kerap mendampingi ayahnya dalam berbagai kegiatan lapangan, termasuk peninjauan proyek persenjataan. Para analis menilai hal ini sebagai bagian dari proses penyiapannya menjadi pemimpin generasi keempat negara tersebut.
Menurut NIS, peran Kim Ju Ae dalam berbagai acara publik menunjukkan bahwa ia mulai terlibat dalam masukan kebijakan dan diperlakukan sebagai pemimpin de facto nomor dua. Hal itu disampaikan Lee bersama anggota parlemen lainnya, Park Sun-won.
Korea Utara telah mengumumkan bahwa Partai Buruh akan menggelar pertemuan pembukaan Kongres ke-9 pada akhir Februari. Para analis memperkirakan forum tersebut akan memaparkan arah kebijakan utama untuk beberapa tahun ke depan, mencakup bidang ekonomi, hubungan luar negeri, dan pertahanan.
Sementara itu, Kim Jong Un juga disebut mengarahkan pengembangan kapal selam besar yang kemungkinan mampu membawa hingga 10 rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam (SLBM). Dengan bobot sekitar 8.700 ton, kapal tersebut diduga dirancang menggunakan reaktor nuklir sebagai sumber tenaga, kata Park dan Lee.
Halaman Selanjutnya
Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah kapal selam itu benar-benar akan bertenaga nuklir atau dapat beroperasi sesuai rancangan awalnya. Penilaian ini didasarkan pada analisis badan intelijen Korea Selatan.

4 hours ago
2










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5256901/original/039184800_1750294371-ChatGPT_Image_Jun_19__2025__07_35_10_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483201/original/035595200_1769341364-WhatsApp_Image_2026-01-25_at_17.53.37.jpeg)





