Jakarta, VIVA - Kehadiran Jetour T1 mulai mendapat respons positif di pasar otomotif Indonesia. SUV yang resmi diluncurkan pada Juni 2026 itu telah mengumpulkan sekitar 800 surat pemesanan kendaraan (SPK) hanya dalam waktu sekitar satu bulan.
Jumlah tersebut berasal dari program harga khusus untuk 1.000 konsumen pertama yang ditawarkan PT Jetour Sales Indonesia. Pemesanan mencakup dua pilihan mesin, yakni Internal Combustion Engine (ICE) dan Intelligent Dual Mode (i-DM) berteknologi plug-in hybrid (PHEV).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menariknya, berdasarkan data perusahaan, sebagian besar pemesanan justru berasal dari varian i-DM. Kondisi ini menunjukkan mulai meningkatnya minat konsumen Indonesia terhadap kendaraan elektrifikasi yang masih dibekali mesin bensin.
Sales Director PT Jetour Sales Indonesia, Michael Budihardja mengatakan, capaian tersebut menjadi awal yang positif bagi Jetour T1 sejak diperkenalkan di Tanah Air.
"Kami sangat mengapresiasi tingginya minat masyarakat terhadap Jetour T1 sejak resmi diperkenalkan di Indonesia. Mayoritas pemesanan saat ini berasal dari varian Jetour T1 i-DM, yang menunjukkan semakin besarnya kepercayaan konsumen terhadap teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa 14 Juli 2026.
Menurutnya, varian bermesin konvensional juga masih memiliki peminat karena dianggap sesuai untuk kebutuhan mobilitas harian. Ia menambahkan, kuota harga spesial bagi 1.000 konsumen pertama kini tinggal sekitar 200 unit lagi sebelum harga normal mulai diberlakukan.
Dominasi pemesanan varian i-DM menjadi fenomena menarik. Sebab, selama ini pasar elektrifikasi di Indonesia lebih banyak didominasi mobil hybrid konvensional (HEV) maupun mobil listrik murni (BEV). Sementara model plug-in hybrid masih belum sebanyak dua teknologi tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Jetour T1 i-DM mengandalkan mesin bensin 1.5 liter turbo yang dipadukan motor listrik serta baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 18,4 kWh. Pabrikan mengklaim mobil ini dapat melaju hingga 100 kilometer menggunakan tenaga listrik berdasarkan standar WLTC.
Sistem hybrid yang digunakan juga dapat bekerja secara otomatis menyesuaikan kondisi berkendara, baik saat melaju di perkotaan maupun perjalanan jarak jauh. Dengan konsep tersebut, pengemudi tetap bisa memanfaatkan tenaga listrik tanpa khawatir kehabisan daya karena masih tersedia mesin bensin sebagai sumber tenaga.
Halaman Selanjutnya
Selain menawarkan teknologi elektrifikasi, SUV tersebut juga dibekali sejumlah fitur kenyamanan. Di antaranya terdapat 79 titik peredam suara, kaca akustik ganda di bagian depan dan belakang, serta fitur Dual Zone AC, Nap Mode, hingga 24 Hour Parking AC.

2 days ago
2











