BI Diproyeksi Tahan Suku Bunga di Level 4,75 Persen, Pengamat Sebut Pasar Akan Respons Positif Tapi...

3 weeks ago 5

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:00 WIB

Jakarta, VIVA - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) menjadi sorotan utama pelaku pasar. Pada pertemuan yang dilaksanakan pada pekan ini, bank sentral diprediksi akan menahan suku bunga acuan (BI-Rate). 
 
Pada tahun 2025, BI telah melakukan pemangkasan terhadap BI-Rate sebanyak lima kali. Saat ini, Bi-Rate berada di level 4,75 persen.

Tim Analis Phintraco Sekuritas mengungkapkan bahwa investor akan mempertahankan suku bunga pada level tersebut. BI juga akan tahan suku bunga Deposit Facility di level 3,75 persen dan Lending Facility di 5,5 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pertemuan juga dilaporkan data pertumbuhan kredit bulan Januari 2026. Angkanya diproyeksi relatif stabil, yakni berada di kisaran 9,6 persen.

Pengamat Pasar Modal, Reydi Octa, menuturkan sikap BI tahan suku bunga (dovish) cenderung akan mendapat respons positif dari pelaku pasar. Menurutnya, keputusan untuk tidak mengubah suku bunga acuan memberikan kepastian likuiditas sekaligus menjaga nilai tukar (kurs) rupiah. 

"Dampaknya lebih ke sentimen jangka pendek, bukan langsung mengubah tren," tutur Reydi dikutip dari Antara pada Rabu, 18 Februari 2026. 

Ilustrasi pergerakan IHSG.

Photo :

  • VIVAnews/M Ali Wafa

Selain RDG BI, kata Reydi, pelaku pasar juga menantikan sejumlah data global. Mulai dari arah kebijakan suku bunga global oleh Federal Reserve (The Fed), arus dana asing, stabilitas rupiah, serta kejelasan kebijakan domestik, termasuk reformasi pasar Indonesia dan isu free float.

Reydi turut menyoroti kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) seiring kombinasi sentimen global yang membaik, terutama penguatan bursa regional dan harga komoditas yang stabil. Dari domestik, sentimen positif berasal dari ekspektasi stabilitas makro dan reformasi dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

IHSG menguat 1,19 persen atau 97,96 poin hingga menyentuh level 8.310,23 pada penutupan perdagangan Rabu sore, 18 Februari 2026. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 25,33 triliun dengan total perdagangan sebanyak 3,20 juta transaksi. 

Seluruh sektor saham kinclong dipimpin kenaikan sektor transportasi sebesar 3,25 persen. Penguatan signifikan juga dicatatkan sektor energi sebesar 2,45 persen, sektor konsumer siklikal meningkat 2,00 persen, dan sektor infrastruktur melambung 1,94 persen.  

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

IHSG Diprediksi Lanjut Koreksi Seiring Penantian RDG BI dan The Fed, Simak 5 Rekomendasi Saham Potensial Cuan Ini

IHSG diproyeksi akan melanjutkan tren koreksi pada sesi perdagangan Rabu, 18 Februari 2026. Sebelum libur panjang Tahun Baru Imlek, IHSG ditutup turun 0,64 persen.

img_title

VIVA.co.id

18 Februari 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |