Jakarta, VIVA – Tradisi ziarah kubur saat Lebaran menjadi momen penting bagi banyak orang untuk mengenang dan mendoakan kerabat yang telah berpulang. Namun, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat, sejumlah peziarah justru mengalami kendala tak terduga—mereka lupa lokasi makam keluarga mereka sendiri.
Setidaknya 10 peziarah mengadu ke pengurus pemakaman karena kesulitan menemukan makam kerabatnya, Selasa 1 April 2025. "Sebagian besar memang sudah lama tidak berkunjung, jadi lupa lokasinya," ungkap Yani, petugas administrasi TPU Karet Bivak dilansir Antara.
Peziarah dari Luar Kota hingga Mancanegara
Fenomena ini tak hanya dialami oleh warga lokal, tetapi juga peziarah dari luar kota hingga mancanegara. "Banyak yang berasal dari luar kota, bahkan ada juga Warga Negara Asing (WNA) yang datang untuk berziarah," tambah Yani.
Para peziarah yang lupa lokasi makam akhirnya meminta bantuan kepada petugas pemakaman. Untuk membantu mereka, Yani dan timnya menggunakan data administrasi TPU yang mencatat informasi detail setiap makam, termasuk tanggal wafat.
"Biasanya, kami mencari berdasarkan tanggal wafat yang terdaftar di sistem atau buku manual. Ini cukup membantu mereka menemukan kembali makam keluarganya," jelas Yani.
Umat muslim berziarah di TPU Karet Bivak, Jakarta, Minggu, 28 April 2019.
Photo :
- ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
60 Ribu Petak Makam, Ada yang Berbagi Satu Lahan
Dengan luas area yang mencakup 60 ribu petak makam, tak heran jika beberapa peziarah kesulitan menemukan lokasi yang tepat. "Di sini ada yang satu petak satu makam, tapi ada juga yang satu petak diisi dua hingga tiga makam," kata Yani.
Kepadatan makam yang bertumpuk serta minimnya kunjungan rutin dari pihak keluarga bisa menjadi faktor penyebab sulitnya mengingat lokasi pemakaman.
Ribuan Peziarah Memadati TPU Karet Bivak
TPU Karet Bivak telah menerima ribuan peziarah yang diperkirakan mencapai 3.500 peziarah hingga sore hari. "Hari ini diprediksi bisa sampai 3.500 pengunjung. Ini setengah dari jumlah kemarin," kata Yani.
Pada hari pertama Lebaran, jumlah peziarah yang datang jauh lebih tinggi, mencapai 7.000 orang. "Kemarin jauh lebih ramai. Mungkin karena banyak yang sudah mudik atau memiliki agenda lain, jadi jumlahnya sedikit berkurang hari ini," ujarnya.
peziarah di TPU Karet Bivak
Photo :
- VIVA.co.id/M. Ali. Wafa
Ziarah: Tradisi yang Harus Dibarengi Kesadaran Administrasi
Fenomena ini menunjukkan bahwa tradisi ziarah kubur masih kuat di masyarakat, tetapi juga mengingatkan pentingnya mencatat dan menyimpan informasi lokasi makam keluarga dengan baik.
Bagi keluarga yang jarang berkunjung, mencatat titik lokasi makam atau meminta bantuan petugas sejak awal bisa menjadi solusi agar tidak mengalami kesulitan di kemudian hari. TPU Karet Bivak sendiri terus berupaya membantu dengan pendataan yang sistematis, baik secara digital maupun manual, guna memudahkan para peziarah dalam menemukan makam keluarga mereka.
Jadi, sebelum berziarah tahun depan, pastikan untuk mencatat detail lokasi makam agar tidak mengalami kebingungan yang sama!
Halaman Selanjutnya
60 Ribu Petak Makam, Ada yang Berbagi Satu Lahan