Kamis, 3 April 2025 - 06:00 WIB
Jakarta, VIVA – Hari Raya Idul Fitri menjadi waktu yang paling tepat untuk mempererat hubungan dengan keluarga dan sanak saudara. Lebaran identik dengan kegiatan silaturahmi dengan cara berkunjung ke satu rumah keluarga ke rumah lainnya.
Silaturahmi adalah istilah yang sangat penting dalam agama Islam. Secara harfiah, silaturahmi berasal dari kata "silaturrahim", yang berarti menjalin hubungan keluarga atau darah (nasab). Dalam ajaran Islam, silaturahmi bukan hanya sekadar bertemu dan bertegur sapa, tetapi juga memiliki makna yang lebih dalam, yaitu menjaga hubungan dengan kerabat darah untuk memperpanjang umur, membawa keberkahan, dan membuka pintu rezeki. Scroll untuk tahu info lengkapnya, yuk!
Silaturahmi adalah salah satu amalan yang sangat ditekankan dalam Islam, seperti yang dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW: "Barang siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan dimudahkan rezekinya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari).
Namun, menurut Ustaz Khalid Basalamah, perlu diketahui bahwa silaturahmi ini khusus bagi orang-orang yang memiliki hubungan darah atau kerabat dekat saja. Bukan sembarang orang, meskipun semua orang Muslim seharusnya mempererat hubungan ukhuwah (persaudaraan).
"Perlu kita ketahui silaturahmi ini istilah dalam agama kita khusus bagi orang yang punya hubungan darah saja. Bukan semua orang muslim, kalau seorang muslim umumnya kita mengatakan ukhuwah, persaudaraan. Kalau sila artinya hubungan rahim atau hubungan darah," kata Ustaz Khalid Basalamah, mengutip video TikTok @kataustadz.co, Selasa 1 April 2025.
Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk menelusuri jalur nasab atau mengetahui hubungan darah dalam keluarga. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengenal keluarga besar, mulai dari kakek, nenek, hingga orangtua.
"Makanya kata Nabi SAW, telusuri jalur nasab kalian. Saya sarankan di sini teman-teman, mulai malam ini coba diingat siapa kakeknya, ayah kakeknya, kalau ada orangtua kita masih hidup tanya. Buat jalur nasab. Jangan sampai kita ketemu sepupu di jalan nggak tahu ada rahim dengan kita," jelasnya.
Di samping pentingnya menjaga silaturahmi dengan keluarga, puncak dari silaturahmi adalah kepada orangtua, baik itu orangtua kandung maupun orangtua yang dianggap sebagai figur yang mendidik. Bagi yang orangtuanya masih hidup, jangan sia-siakan kesempatan untuk menyambung hubungan dengan mereka. Ini adalah amal yang sangat dianjurkan dalam Islam dan menjadi puncak dari silaturahmi.
"Puncak silaturrahim adalah kedua orangtua kita. Teman-teman yang pendatang dan mungkin yang orang asli sini, kau orangtua masih ada jangan sia-siakan, kejar," kata Ustaz Khalid Basalamah.
Halaman Selanjutnya
"Makanya kata Nabi SAW, telusuri jalur nasab kalian. Saya sarankan di sini teman-teman, mulai malam ini coba diingat siapa kakeknya, ayah kakeknya, kalau ada orangtua kita masih hidup tanya. Buat jalur nasab. Jangan sampai kita ketemu sepupu di jalan nggak tahu ada rahim dengan kita," jelasnya.