Selasa, 24 Februari 2026 - 16:30 WIB
Jakarta, VIVA – Koreksi singkat Bitcoin memicu gelombang likuidasi besar-besaran di pasar kripto dan menghapus ratusan juta dolar dari posisi leveraged investor. Harga Bitcoin merosot sekitar 4,6 persen dari level US$67.600 ke titik terendah intraday di US$64.435 dalam waktu kurang dari dua jam pada awal perdagangan Asia, Senin, 23 Februari 2026.
Penurunan drastis ini mengguncang sentimen pasar. Padahal pelaku pasar masih optimistis kelanjutan tren bullish aset kripto terbesar di dunia itu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Koreksi tajam Bitcoin langsung memicu efek domino di seluruh pasar kripto. Data CoinGlass menunjukkan total likuidasi mencapai lebih dari US$505 juta atau sekitar Rp 8,49 triliun (estimasi kurs Rp 16.830 per dolar AS) dalam 24 jam terakhir.
Bitcoin menyumbang likuidasi terbesar, yakni sekitar US$232 juta atau sekitar 3,9 triliun. Ethereum menyumbang sebesar US$126 juta.
Ilustrasi Bitcoin. (FOTO: Unsplash/Aleksi Raisa)
Likuidasi ini terjadi ketika posisi leveraged investor terpaksa ditutup otomatis akibat penurunan harga yang cepat. Volatilitas ekstrem ini sekaligus menegaskan pasar kripto masih sangat sensitif terhadap sentimen global.
Peneliti senior HashKey Group, Tim Sun, menekankan penurunan Bitcoin kali ini bukan dipicu oleh peristiwa tidak terduga atau faktor internal kripto. Ia menilai ketidakpastian kebijakan global menjadi pemicu utama koreksi tajam tersebut.
“Sebaliknya, hal itu didorong oleh ketidakpastian kebijakan yang berasal dari fluktuasi kebijakan tarif AS, ditambah dengan meningkatnya risiko geopolitik. Bersama-sama, faktor-faktor ini memaksa pasar untuk menyesuaikan harga aset berisiko," ujar Tim Sun dikutip dari Decrypt pada Selasa, 24 Februari 2026.
Ketidakpastian tersebut muncul setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) memutuskan tarif resiprokal yang diberlakukan Presiden Donald Trump melanggar hukum. Namun, Trump tidak tentar dan menerapkan tarif global baru sebesar 15 persen sehingga memperkeruh sentimen pasar global.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ketika ketidakpastian meningkat, investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk kripto. Sentimen investor juga mulai menunjukkan pelemahan.
Platform prediction market Myriad mencatat probabilitas Bitcoin mencapai level US$84.000 turun menjadi 37 persen dari sebelumnya 46,4 persen pada akhir pekan lalu. Penurunan ekspektasi ini mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap arah pergerakan Bitcoin dalam jangka pendek.
IHSG Sesi I Anjlok Usai Sempat Ngebut, Intip 3 Saham LQ45 Melesat
IHSG merosot 21,41 poin atau 0,25 persen pada akhir sesi perdagangan Selasa, 24 Februari 2026. Padahal, indeks sempat terbang ke level 8.434 saat pembukaan pasar.
VIVA.co.id
24 Februari 2026

2 weeks ago
5











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
