Sabtu, 19 September 2026 - 22:23 WIB
VIVA – Iran kembali menjatuhkan hukuman mati terhadap orang yang dituduh terlibat dalam aktivitas mata-mata untuk Israel. Kali ini, seorang pria bernama Hossein Pedaran dieksekusi setelah dinyatakan bersalah memberikan informasi sensitif mengenai fasilitas militer dan lokasi rudal Iran kepada badan intelijen Israel, Mossad.
Eksekusi Pedaran diumumkan otoritas kehakiman Iran pada Sabtu, 19 September 2026. Menurut laporan media yang dikelola badan peradilan Iran, Mizan, Pedaran dijatuhi hukuman mati atas tuduhan spionase dan kerja sama intelijen dengan Israel.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia disebut memberikan informasi mengenai sejumlah situs militer sensitif di Provinsi Isfahan, wilayah yang menjadi salah satu titik penting dalam sistem pertahanan dan fasilitas strategis Iran. Hukuman mati terhadap Pedaran kemudian dikukuhkan oleh Mahkamah Agung Iran sebelum akhirnya dilaksanakan dengan cara digantung.
Kasus tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel. Menurut otoritas Iran, aktivitas mata-mata Pedaran berkaitan dengan penyampaian informasi mengenai fasilitas militer dan rudal yang kemudian menjadi sasaran serangan.
Media kehakiman Iran juga menyebut Pedaran melakukan aktivitas tersebut demi mendapatkan keuntungan finansial. Namun, sejumlah detail mengenai proses penangkapan dan persidangannya sebelumnya tidak banyak dipublikasikan. Reuters mencatat bahwa klaim-klaim yang disampaikan otoritas Iran terkait aktivitas Pedaran tidak dapat diverifikasi secara independen.
Eksekusi tersebut berlangsung ketika konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel masih menyisakan ketegangan. Perang yang pecah pada 28 Februari 2026 diawali serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah sasaran di Iran, sebelum Teheran melancarkan serangan balasan.
Dalam perkembangan berikutnya, konflik tersebut sempat memasuki fase penghentian permusuhan, tetapi ketegangan kembali meningkat dan serangan sporadis terus terjadi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Provinsi Isfahan sendiri menjadi salah satu wilayah strategis Iran. Selain fasilitas militer, kawasan tersebut juga memiliki sejumlah fasilitas yang berkaitan dengan program nuklir Iran dan menjadi salah satu wilayah yang terdampak dalam rangkaian serangan selama konflik.
Kasus Pedaran bukan satu-satunya perkara spionase yang berujung hukuman mati di Iran. Pada Agustus lalu, otoritas Iran juga mengumumkan eksekusi terhadap dua pria yang dituduh mengirim koordinat fasilitas militer dan keamanan sensitif kepada Israel.
Halaman Selanjutnya
Di tengah situasi tersebut, tekanan terhadap Teheran juga datang dari sisi ekonomi. Washington terus menggunakan tekanan finansial dan sanksi sebagai bagian dari upaya menekan Iran terkait konflik yang masih berlangsung.

2 hours ago
1




















