Jakarta, VIVA – Suasana Hari Raya Idul Fitri masih terasa hangat di tengah umat Islam yang kini memasuki bulan Syawal. Pada bulan ini, kaum muslim dianjurkan untuk melaksanakan puasa Syawal selama enam hari sebagai amalan sunnah yang memiliki keutamaan besar.
Meski demikian, tidak sedikit umat Islam yang masih memiliki kewajiban mengganti puasa Ramadhan yang tertinggal, sehingga muncul pertanyaan mengenai boleh tidaknya menggabungkan niat puasa qadha dengan puasa Syawal. Scroll lebih lanjut yuk!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Puasa Syawal sendiri dikenal sebagai ibadah sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan setelah Ramadan. Banyak umat muslim berlomba-lomba menunaikannya demi meraih pahala tambahan. Namun, bagi mereka yang masih memiliki utang puasa, muncul dilema antara mendahulukan qadha atau mengejar keutamaan puasa Syawal.
Dalam sebuah penjelasan yang disampaikan melalui tayangan YouTube Al Bahjah TV, pendakwah ternama Buya Yahya memberikan panduan yang jelas terkait hal tersebut. Ia menegaskan bahwa kewajiban mengganti puasa Ramadhan harus menjadi prioritas utama dibandingkan menjalankan puasa sunnah.
“Niatnya yang fardhu saja dulu. Niatnya mengqadha, tapi dapat puasa sunnahnya. Niatnya tidak perlu didobel, nggak sah,” ungkap Buya Yahya, dikutip Senin 23 Maret 2026.
Pernyataan ini menegaskan bahwa dalam praktiknya, niat puasa tidak boleh digabungkan antara qadha Ramadhan dan puasa Syawal. Hal ini sejalan dengan pandangan dalam mazhab Syafi’i yang menyatakan bahwa penggabungan niat untuk dua ibadah dengan hukum berbeda—fardhu dan sunnah—tidak dianggap sah.
Meski demikian, umat Islam tidak perlu merasa khawatir kehilangan kesempatan meraih pahala puasa Syawal. Buya Yahya menjelaskan bahwa seseorang yang melaksanakan puasa qadha di bulan Syawal tetap memiliki peluang mendapatkan pahala tambahan dari amalan sunnah tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Nggak perlu digabung sunnahnya. Tapi, Allah maha kasih. Karena puasa Anda puasa di hari sunnah, maka dapat bonus pahala sunnah,” ujarnya.
Dengan demikian, solusi yang dianjurkan adalah tetap berniat menjalankan puasa qadha sebagaimana mestinya. Tanpa perlu menggabungkan niat, seorang muslim tetap dapat meraih keutamaan berpuasa di bulan Syawal.
Bolehkah Puasa Syawal tapi Masih Punya Utang Puasa Ramadhan, Begini Kata Buya Yahya
Bulan Syawal selalu menjadi momen yang dinanti umat Islam setelah menunaikan ibadah puasa selama Ramadhan. Selain identik dengan suasana silaturahmi dan perayaan lebaran.
VIVA.co.id
22 Maret 2026

5 hours ago
1











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
