Jakarta, VIVA – Dalam masyarakat Indonesia yang plural, interaksi antarumat beragama menjadi bagian dari keseharian. Momentum hari besar keagamaan, termasuk Tahun Baru Imlek, kerap menghadirkan pertanyaan yang sensitif sekaligus relevan: bolehkah seorang Muslim mengucapkan selamat kepada pemeluk agama lain?
Di satu sisi, ucapan tersebut dipandang sebagai bentuk toleransi dan etika sosial. Namun di sisi lain, ada kekhawatiran mengenai batasan akidah yang tidak boleh dilanggar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Isu ini pernah dibahas secara gamblang oleh pendakwah ternama, Adi Hidayat. Dalam salah satu ceramahnya, ia menekankan bahwa persoalan ucapan selamat hari raya agama lain bukan sekadar perkara sopan santun, melainkan menyangkut prinsip keimanan.
Menurutnya, setiap Muslim memiliki batas tegas dalam wilayah akidah.
“Mengucapkan selamat pada agama lain di luar keyakinan kita dalam keimanan kita sebagai muslim, itu tidak diperkenankan,” terang Ustaz Adi Hidayat, dikutip Senin 16 Februari 2026.
Ia menjelaskan bahwa ucapan selamat yang terkait langsung dengan perayaan keagamaan berpotensi mengandung unsur pengakuan terhadap kebenaran teologis di luar Islam.
“Haram hukumnya mengucapkan selamat A, selamat B, yang dalam ucapan selamat itu ada unsur pengakuan, ada agama yang dibenarkan selain Islam," tegasnya.
Dalam pandangannya, titik persoalan terletak pada kemungkinan adanya legitimasi keyakinan lain dalam aspek teologis, bukan semata hubungan sosial antarindividu.
Meski demikian, Ustaz Adi Hidayat juga mengingatkan bahwa setiap pemeluk agama pada dasarnya meyakini ajarannya sebagai yang paling benar.
“Sebenarnya sama aja, yang non muslim juga meyakini kepercayaan mereka yang paling benar. Itu sebenarnya keyakinan standar setiap pemeluk agama,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan antara toleransi dan keteguhan iman.
“Itu indah dalam Islam, tidak ada paksaan dalam beragama. Kita tidak boleh paksa orang. Tapi kita pun tidak boleh mengikutkan keyakinan kita pada keyakinan orang lain,” lanjutnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Artinya, hidup berdampingan secara damai tetap harus dijaga tanpa mencampuradukkan prinsip keyakinan.
Sebagai landasan, Ustaz Adi Hidayat merujuk pada firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 19.
“Allah sudah mengatakan yang Saya ridhai, yang Saya tetapkan hanya Islam, tidak ada yang lain,” ujar Ustz Adi Hidayat.
Halaman Selanjutnya
Ayat tersebut menjadi fondasi teologis bahwa seorang Muslim meyakini Islam sebagai satu-satunya agama yang benar di sisi Allah.

3 weeks ago
13











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
