BPS: Neraca Dagang RI di Januari 2026 Surplus US$0,95 Miliar

1 week ago 5

Senin, 2 Maret 2026 - 12:11 WIB

Jakarta, VIVA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa pada Januari 2026, neraca dagang Indonesia mencatatkan surplus sebesar US$0,95 miliar dan menjadi surplus 69 bulan berturut-turut sejak Mei 2021.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono menjelaskan, surplus sebesar US$0,95 miliar itu ditopang oleh ekspor yang mencapai US$22,16 miliar dan impor US$21,20 miliar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dengan komoditas penyumbang surplus pada sektor non-migas yakni lemak dan minyak hewan nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja," kata Ateng dalam telekonferensi pers, Senin, 2 Maret 2026.

Suasana kegiatan di terminal peti kemas (Foto ilustrasi).

Dia menjelaskan, ekspor produk nasional pada Januari 2026 mengalami peningkatan sebesar 3,39 persen secara year-on-year (yoy), sementara impor mengalami lonjakan 18,21 persen (yoy).

Ateng merinci, meningkatnya nilai ekspor dikontribusikan dari sektor non-migas, serta ekspor produk non-migas dari industri pengolahan sebagai penopang utamanya.

Dimana, ekspor industri pengolahan naik 8,19 persen (yoy) dan berkontribusi sebesar 6,54 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara untuk impor, Ateng menyampaikan bahwa telah terjadi peningkatan secara tahunan, dengan peningkatan pada impor non-migas sebagai salah satu pendorong utamanya.

"Dan memberikan kontribusi sebesar 14,4 persen dari total keseluruhan impor," ujarnya.

Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla (JK)

JK Ingatkan Serangan Israel-AS ke Iran Bisa Pengaruhi Pasokan Bahan Bakar hingga Perdagangan

Selain rantai pasok energi, JK mengatakan hubungan perdagangan Indonesia dengan kawasan Timur Tengah juga terancam lumpuh dan bisa meluas usai Iran serang beberapa negara

img_title

VIVA.co.id

1 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |