VIVA – Timnas Prancis datang ke semifinal Piala Dunia 2026 menghadapi Spanyol dengan modal yang tak bisa dipandang sebelah mata. Bukan hanya mengandalkan kecepatan Kylian Mbappe atau kreativitas Ousmane Dembele, Les Bleus kini memiliki senjata lain yang mulai kembali mematikan, yakni tembakan jarak jauh.
Strategi tersebut perlahan menjadi salah satu ciri permainan tim asuhan Didier Deschamps sepanjang turnamen. Saat banyak lawan memilih bertahan rapat demi meredam kecepatan lini depan Prancis, ruang di depan kotak penalti justru dimanfaatkan untuk melepaskan tembakan dari lini kedua.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Statistik menunjukkan efektivitas pendekatan tersebut. Hingga menembus babak semifinal, Prancis sudah mengoleksi 16 gol dari enam pertandingan. Hanya Argentina yang memiliki produktivitas lebih tinggi dengan 17 gol.
Dari total 16 gol itu, empat di antaranya lahir melalui tembakan dari luar kotak penalti atau sekitar 25 persen dari keseluruhan gol. Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele sama-sama menyumbangkan dua gol lewat skema tersebut.
Catatan itu menjadi yang terbaik bagi Prancis sejak menjuarai Piala Dunia 2018. Pada edisi 2022, Les Bleus hanya mampu mencetak satu gol dari luar kotak penalti. Bahkan dalam dua edisi Euro terakhir, mereka secara keseluruhan hanya menghasilkan satu gol lewat cara serupa.
Produktivitas tersebut mengingatkan publik pada perjalanan Prancis saat menjadi juara dunia delapan tahun lalu. Ketika itu Paul Pogba, Antoine Griezmann, Benjamin Pavard, hingga Mbappe sama-sama mencetak gol spektakuler dari luar kotak penalti sepanjang fase gugur.
Perubahan gaya bermain Prancis juga terlihat dari kecenderungan mereka dalam memilih lokasi melepaskan tembakan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pada Piala Dunia 2022, Les Bleus mencatatkan 28 percobaan dari luar kotak penalti dari total 101 tembakan atau sekitar 28 persen. Sementara di Piala Dunia 2026, mereka sudah melepaskan 49 tembakan jarak jauh dari total 110 percobaan. Artinya, hampir 45 persen upaya mereka berasal dari luar area penalti.
Peningkatan itu bukan tanpa alasan. Banyak lawan memilih bermain sangat dalam demi mengurangi ancaman kecepatan Mbappe, Dembele, maupun pemain sayap lainnya. Akibatnya, ruang di sekitar kotak penalti memang semakin padat, tetapi area di depannya justru terbuka.
Halaman Selanjutnya
Situasi tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh para pemain Prancis yang memiliki kemampuan melepaskan tembakan keras dari jarak 20 hingga 30 meter.

5 hours ago
2











