Kecskemét, VIVA – Mercedes-Benz resmi memulai produksi C-Class versi listrik, menandai babak baru bagi salah satu sedan paling populer sekaligus model yang selama ini menjadi pintu masuk ke jajaran sedan premium pabrikan asal Jerman tersebut.
Mobil tanpa emisi itu mulai dirakit di pabrik Mercedes-Benz di Kecskemét, Hungaria. Model tersebut menjadi kendaraan listrik pertama dari lini inti (core lineup) Mercedes yang diproduksi di fasilitas tersebut, sekaligus memperkuat strategi elektrifikasi perusahaan di pasar global.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Untuk mendukung produksi C-Class listrik, Mercedes menginvestasikan sekitar 1 miliar euro atau setara lebih dari Rp19 triliun. Dana tersebut digunakan untuk memperluas area pabrik, membangun fasilitas perakitan baterai, menambah lini press shop, hingga menghadirkan fasilitas pengecatan baru.
Berkat ekspansi tersebut, luas pabrik bertambah dari sekitar 200 hektare menjadi 440 hektare. Disadur VIVA Otomotif dari Electrek, Selasa 14 Juli 2026, Kecskemét kini menjadi fasilitas manufaktur otomotif terbesar di Hungaria dan akan berperan sebagai salah satu pusat produksi kendaraan listrik Mercedes-Benz di Eropa.
Mercedes juga mengubah strategi rantai pasok dengan memproduksi komponen utama langsung di dalam kompleks pabrik. Paket baterai, komponen bodi, hingga berbagai bagian penting lainnya dibuat di lokasi yang sama sehingga distribusi menjadi lebih efisien dan perusahaan lebih mudah menyesuaikan produksi sesuai permintaan pasar.
Meski mempercepat elektrifikasi, Mercedes belum sepenuhnya meninggalkan mobil bermesin pembakaran internal. Salah satu gedung produksi baru memang dikhususkan untuk kendaraan listrik, namun jalur produksi lainnya tetap dirancang fleksibel sehingga dapat merakit mobil listrik maupun model bermesin bensin dalam satu fasilitas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pabrik Kecskemét juga akan bekerja sama dengan fasilitas Mercedes di Rastatt, Jerman. Dengan sistem tersebut, perusahaan dapat memindahkan produksi beberapa model kendaraan listrik, termasuk GLC listrik, ke lokasi yang memiliki permintaan pasar lebih tinggi.
Tak hanya memperluas kapasitas produksi, Mercedes juga membawa teknologi manufaktur terbaru ke pabrik tersebut. Perusahaan membuat salinan digital (digital twin) seluruh lini perakitan menggunakan platform NVIDIA Omniverse agar perubahan proses produksi dapat diuji secara virtual sebelum diterapkan di lapangan.
Halaman Selanjutnya
Teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) juga dimanfaatkan untuk memeriksa kualitas kendaraan secara real-time dan menganalisis data produksi. Sementara itu, sekitar 25 persen kebutuhan listrik pabrik dipasok dari pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas total 42,3 MW yang terpasang di area fasilitas.

6 hours ago
1











