Bukan Mobil, Truk Listrik Kini Dibidik untuk Angkut Sawit

2 hours ago 1

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Jakarta, VIVA  – Kendaraan listrik mulai dilirik untuk kebutuhan yang lebih luas, bukan hanya mobil penumpang atau transportasi perkotaan. Salah satunya untuk mendukung aktivitas di kawasan perkebunan sawit.

Peluang tersebut muncul setelah PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menerima kunjungan produsen kendaraan komersial global, Ashok Leyland belum lama ini. Pertemuan itu menjadi bagian dari penjajakan kerja sama di bidang kendaraan komersial, kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), hingga logistik perkebunan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dikutip VIVA dari laman Agrinas, Sabtu 29 Agustus 2026, dalam pertemuan tersebut, Ashok Leyland memaparkan kapabilitasnya sebagai salah satu produsen kendaraan komersial global. Perusahaan yang merupakan bagian dari Hinduja Group itu memiliki pengalaman dalam pengembangan truk, bus, kendaraan pertahanan, serta kendaraan listrik.

Sementara itu, Agrinas menyampaikan kebutuhan operasionalnya, terutama untuk memperkuat sistem logistik pengangkutan tandan buah segar (TBS).

Kebutuhan tersebut kemudian dikaitkan dengan rencana perusahaan melakukan transformasi armada secara bertahap menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan, termasuk kendaraan listrik.

Artinya, salah satu peluang yang sedang dijajaki adalah penggunaan kendaraan listrik untuk mendukung aktivitas logistik di kawasan perkebunan.

Namun, belum ada keputusan mengenai kendaraan yang akan digunakan maupun kepastian pengadaan truk listrik dari Ashok Leyland. Kedua pihak masih berada pada tahap eksplorasi dan akan melakukan pembahasan teknis lebih lanjut.

Pembahasan berikutnya mencakup spesifikasi kendaraan, aspek komersial, serta peluang kerja sama yang dianggap dapat memberikan nilai tambah bagi kedua perusahaan.

Agrinas Palma Nusantara Jajaki Kerjasama dengan Ashok Leyland untuk EV di perkebunan sawit

Photo :

  • VIVA/Agrinas Palma Nusantara

Selain kendaraan, pembicaraan Agrinas dan Ashok Leyland juga mencakup rantai pasok logistik perkebunan dan pengembangan sektor agribisnis serta hilirisasi.

Beberapa di antaranya adalah pengembangan bioetanol berbasis singkong, pemanfaatan Palm Oil Mill Effluent (POME) sebagai bahan baku bioavtur, hingga potensi perdagangan komoditas kelapa sawit dan produk turunannya ke pasar internasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Khusus sektor otomotif, rencana elektrifikasi armada menjadi salah satu bagian yang menarik. Selama ini kendaraan listrik di Indonesia lebih banyak dikaitkan dengan mobil pribadi, kendaraan niaga ringan, bus, maupun sepeda motor.

Jika nantinya terealisasi, penggunaan truk listrik untuk operasional perkebunan akan membuka pemanfaatan EV pada sektor yang memiliki karakter penggunaan berbeda dari kendaraan perkotaan.

Halaman Selanjutnya

Meski demikian, Agrinas menegaskan bahwa peluang pengadaan kendaraan tetap akan mengikuti mekanisme pengadaan perusahaan yang berlaku. Prosesnya disebut akan dilakukan secara terbuka, transparan, kompetitif, dan akuntabel.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |