Bupati Cilacap Diboyong Penyidik KPK ke Jakarta Malam Ini Naik Kereta

2 hours ago 2

Jumat, 13 Maret 2026 - 22:45 WIB

VIVA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memboyong Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman beserta sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, ke Jakarta setelah menjalani pemeriksaan awal di Markas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas, Jumat malam.

Dari pantauan di Markas Polresta Banyumas, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Syamsul yang mengenakan masker warna putih tampak keluar dari Gedung Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) pada pukul 21.05 WIB disusul dengan sejumlah pejabat Pemkab Cilacap dan penyidik KPK.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ditanya wartawan, Syamsul maupun pejabat lainnya enggan memberikan komentar apa pun. Mereka langsung menuju beberapa mobil yang telah disiapkan di halaman Gedung Satreskrim.

Setelah seluruh pejabat itu berada di dalam mobil, kendaraan jenis minibus itu langsung meninggalkan Markas Polresta Banyumas menuju Stasiun Purwokerto.

Sesampainya di Stasiun Purwokerto, rombongan tersebut masuk ke Ruang Tunggu VIP untuk menunggu keberangkatan KA Purwojaya tujuan Jakarta Gambir pada pukul 21.37 WIB.

Informasi yang dihimpun, selain Sekretaris Daerah Cilacap, beberapa pejabat yang turut dibawa ke Jakarta bersama Bupati Syamsul, di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Administrasi Umum, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air.

Sementara itu, sebelum Bupati Syamsul berserta sejumlah pejabat tersebut meninggalkan Markas Polresta Banyumas, Sekretaris DPRD Kabupaten Cilacap Basuki Priyo Nugroho tampak mendatangi Gedung Satreskrim sekitar pukul 19.00 WIB.

Selanjutnya, Basuki keluar dari Gedung Satreskrim sekitar pukul 20.45 WIB. Saat ditemui wartawan, dia enggan memberikan komentar terkait dengan pemeriksaan yang dilakukan penyidik KPK terhadap sejumlah pejabat Pemkab Cilacap.

Ia yang baru melaksanakan dinas luar kota itu mengaku hanya berada di lantai 1 Gedung Satreskrim dan tidak bertemu dengan Syamsul maupun penyidik KPK. "Tidak bertemu, saya di luar, di lantai 1," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan 26 orang lainnya terkait dugaan penerimaan suap dari proyek-proyek di Kabupaten Cilacap.

"Diduga ada penerimaan yang diterima oleh pihak bupati berkaitan dengan proyek-proyek yang ada di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026

Halaman Selanjutnya

Lebih lanjut Budi mengatakan KPK pada saat ini sedang memeriksa Bupati Cilacap dan 26 orang lainnya sebelum menentukan status hukumnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |