Macron Geram Serangan Drone Iran Menewaskan Seorang Tentara Prancis

3 hours ago 2

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:51 WIB

VIVA – Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pada hari Jumat, 13 Maret 2026, bahwa serangan pesawat tak berawak di Irak Utara menewaskan seorang tentara Prancis, dan menyebut insiden itu "tidak dapat diterima" dan bahwa posisi Prancis di wilayah tersebut adalah "defensif".

Macron mengatakan dalam konferensi pers dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy di Paris bahwa ia telah meminta agar dilakukan analisis militer lengkap terhadap serangan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seorang tentara Prancis tewas dan enam lainnya terluka setelah serangan pesawat tak berawak di Irak utara yang sebelumnya dikatakan oleh Presiden Emmanuel Macron tidak dapat diterima dan tidak dapat dibenarkan.

"Staff Sergeant Arnaud Frion… gugur demi Prancis dalam serangan di dekat Erbil di Irak," kata Macron di platform X. Tentara itu dan lima rekannya terluka dalam serangan terhadap pangkalan militer di Provinsi Erbil, Irak.

Ia mengatakan kehadiran pasukan Prancis di Irak sepenuhnya sesuai dengan perjanjian kontra-terorisme dan situasi di Iran tidak bisa membenarkan serangan semacam itu.

Iran terus menyerang wilayah Israel dan target militer Amerika Serikat di Timur Tengah sebagai balasan terhadap operasi militer gabungan AS-Israel pada 28 Februari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Serangan hari pertama itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sedikitnya 165 murid sekolah putri.

Jumlah korban tewas di Negeri Para Mullah itu diperkirakan telah mencapai lebih dari 1.200 orang. 

Ilustrasi minyak mentah.

Selat Hormuz Lumpuh, 2 Negara Ini Kebal berkat Energi Terbarukan

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran mengguncang pasokan minyak dan gas dunia. Para ahli energi mendorong percepatan pengembangan energi terbarukan. Begini caranya.

img_title

VIVA.co.id

13 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |