Jangan Anggap Sepele! Ibu Harus Tahu 5 Bahaya GTM pada Anak

3 hours ago 2

Jumat, 13 Maret 2026 - 22:25 WIB

Jakarta, VIVA –Kondisi anak sulit makan atau dikena Gerakan Tutup Mulut (GTM) tidak boleh dianggap sepele oleh para orang tua. GTM  terjadi ketika anak menolak makan, menutup mulut saat disuapi atau hanya mau makan dalam porsi yang sangat sedikit yang berlangsung dalam waktu lama bisa berdampak terhadap kesehatan si kecil.

Kurangnya asupan nutrisi selama masa balita, seperti protein, vitamin, dan mineral, berisiko menyebabkan tubuh anak tidak memiliki energi  menunjang tumbuh kembang secara optimal. Pasalnya, masa balita merupakan periode penting bagi pertumbuhan fisik dan perkembangan otak. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melansir American Academy of Pediatrics, kebiasaan makan yang buruk pada anak dapat memengaruhi kesehatan jangka panjang, mulai dari pertumbuhan hingga perkembangan kognitif. Inilah risiko kesehatan yang mengintai anak akibat GTM dalam jangka panjang. Scroll untuk informasi lengkapnya!
 
1. Risiko Kekurangan Nutrisi

Bahaya utama GTM adalah kurangnya asupan nutrisi penting bagi tubuh anak. Ketika anak menolak makan, tubuh tidak mendapatkan cukup protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi tubuh secara optimal.

2. Pertumbuhan Terhambat

ilustrasi anak/pertumbuhan anak/tinggi anak/kakak adik.

Photo :

  • Freepik/rawpixel.com

GTM yang berlangsung lama dapat membuat berat badan anak sulit meningkat. Jika asupan kalori tidak mencukupi, tubuh tidak memiliki cukup energi untuk mendukung proses pertumbuhan.
Dikutip Mayo Clinic, kekurangan nutrisi pada masa kanak-kanak dapat berdampak pada berat badan, tinggi badan, serta perkembangan fisik secara keseluruhan.

3. Daya Tahan Tubuh Menurun

Anak yang tidak mendapatkan asupan nutrisi cukup cenderung memiliki sistem imun yang lebih lemah. Akibatnya, anak lebih mudah terserang penyakit seperti flu, infeksi, atau gangguan kesehatan lainnya.
4. Gangguan Perkembangan Otak

Dilanisir dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, nutrisi yang cukup pada masa kanak-kanak berperan penting dalam perkembangan fungsi otak. Protein, zat besi, serta asam lemak omega-3 sangat penting bagi perkembangan otak anak sehingga jika tidak terpenuhi, kemampuan konsentrasi dan perkembangan kognitif anak dapat terpengaruh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

5. Membentuk Pola Makan Buruk

Jika tidak segera diatasi, GTM dapat membuat anak terbiasa menolak makanan. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat membuat anak menjadi sangat pemilih terhadap makanan (picky eater) sehingga semakin sulit memenuhi kebutuhan gizinya.

Halaman Selanjutnya

Solusi Cerdas Mencukupi Nutrisi Anak Akibat GTM

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |