Jakarta, VIVA - Bursa Asia-Pasifik merosot pada pembukaan perdagangan pagi ini, Jumat, 17 April 2026. investor masih waspada terhadap konflik di Timur Tengah meskipun ada sedikit harapan perang bisa membaik.
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengonfimasi Israel dan Iran telah meyetujui gencatan senjata selama 10 hari ke depan. Ketua parlemen Iran mengatakan, penghentian serangan terhadap Lebanon merupakan syarat utama agar negosiasi AS-Iran dapat dimulai.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Trump membocorkan kesempatan kedua negosiasi perdamaian kemungkinan akan berlangsung pada akhir pekan depan. Pada Kamis, 16 April 2026, Trump menyampaikan pertemuan akan dilangsungkan secara tatap muka.
"Iran hamoir berakhir. Mereka (Iran) sangat ingin mencapai kesepakatan," klaim Trump.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump
Photo :
- REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo
Dari sisi regional, Lembaga kredit ekspor Jepang, Japan Bank for International Cooperation, akan membuka jendela investasi hingga 600 miliar yen atau sekitar US$3,8 miliar (setara Rp 65,09 triliun dengan estimasi kurs Rp 17.130 per dolar AS). Dana ini diperuntukkan untuk membantu negara-negara Asia mengamankan pasokan energi, kata Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama.
Katayama menyoroti volatilitas pasar minyak dunia sangat memengaruhi pasar valuta asing. Para innvestor juga mencermati komentar Gubernur Bank Sentral Jepang, Kazuo Ueda, terkait langkah bank sentral dalam mempertimbangkan suku bunga riil yang rendah.
Melansir CNBC Internasional, indeks Nikkei 225 Jepang anjlok 0,7 persen dan indeks Topix tergerus 0,62 persen. Koreksi ini terjadi imbas aksi ambil untung (profit taking) setelah indeks-indeks acuan itu mencapai rekor tertinggi pada perdagangan Kamis, 16 April 2026.
Di Korea Selatan, indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,43 persen. Senasib, indeks Kosdaq yang terdiri dari saham perusahaan berkapitalisasi kecil menyusut 0,35 persen.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 Australia tergerus 0,28 persen. Indeks Hang Seng Hong Kong berjangka berada turun ke level 26.229 dari posisi terakhir saat penutupan di area 26.394,26.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berbeda dengan indeks di kawasan Asia, indeks utama di bursa AS justru membukukan reli signifikan. S&P 500 melesat 0,26 persen menjadi 7.041,28.
Nasdaq Composite melambung 0,36 persen dan ditutup pada harga 24.102,70. Indeks yang didominasi saham teknologi ini mencatatkan sesi positif ke-12 berturut-turut sehingga menandai tren kenaikan terpanjang sejak tahun 2009.
Halaman Selanjutnya
Penguatan juga dicatatkan Indeks Dow Jones Industrial Average sebesar 115 poin atau 0,24 persen dan berakhir di posisi 48.578,72. S&P 500 dan Nasdaq Composite mencetak rekor intraday tertinggi pada perdagangan Kamis, 16 April 2026.

1 week ago
5



























