Jakarta, VIVA – Sorotan dunia digital kini tak hanya milik selebritas layar kaca. Nama influencer Maria perlahan mencuri perhatian lewat konsistensinya membangun citra sebagai fashion enthusiast dengan karakter kuat. Aktif di media sosial, Maria bukan sekadar tampil estetik—ia sedang merancang panggungnya sendiri di industri kreatif.
Meski sudah cukup lama berkecimpung di dunia konten, Maria mengakui titik baliknya terjadi di awal 2024. Di momen itu, ia memutuskan untuk naik level. Scroll untuk tahu cerita lengkapnya, yuk!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Sejak awal 2024, saya mulai mengelola media sosial secara lebih profesional. Saya tidak ingin hanya sekadar posting, tapi ingin membangun karakter dan personal branding yang kuat,” ujar Maria dalam keterangannya, dikutip Rabu 4 Maret 2026.
Keputusan tersebut menjadi langkah strategis. Di tengah persaingan kreator yang semakin kompetitif, Maria sadar bahwa diferensiasi adalah kunci. Ia tak lagi melihat konten sekadar hiburan, melainkan aset jangka panjang.
Tak bisa dipungkiri, aura kamera sudah akrab dengan Maria sejak ia menekuni modeling. Dunia tersebut membentuk kepercayaan diri sekaligus sense of style yang kini menjadi identitasnya di media sosial.
Passion itulah yang akhirnya menjadi bahan bakar utama untuk serius menekuni dunia konten. Namun ada misi yang lebih besar di balik tampilannya yang polished.
“Trigger terbesar saya adalah keinginan untuk memberi pengaruh positif. Saya ingin menunjukkan bahwa style itu bukan soal mahalnya barang, tapi bagaimana kita percaya diri dan menghargai diri sendiri,” jelasnya.
Di tengah budaya flexing dan label-driven fashion, pernyataan itu terasa relevan. Maria membawa narasi yang lebih membumi—bahwa fashion adalah tentang sikap, bukan sekadar harga.
Jika sebagian kreator memilih jalur sensasional atau penuh gimmick, Maria mengambil pendekatan berbeda. Ia menjadikan setiap unggahan sebagai representasi diri.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Konten adalah cara saya mengekspresikan diri, value, dan perjalanan saya," ungkapnya.
Tak heran jika persona yang terbentuk bukan hanya soal gaya berpakaian. Dari fase insecure hingga membangun usaha dari nol, Maria tak menutup-nutupi prosesnya. Kini, di tengah perannya sebagai ibu, ia tetap konsisten menunjukkan bahwa perempuan bisa terus berkembang tanpa kehilangan identitasnya.
Halaman Selanjutnya
Narasi “perempuan yang bertumbuh” pun melekat kuat pada dirinya—elegan, dewasa, dan sadar akan value diri.

1 week ago
7











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
