Jakarta, VIVA - Data Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada 2025 menyebutkan jumlah warga negara Indonesia atau WNI di Qatar mencapai 27.647 jiwa, yang terdiri dari tenaga profesional, pekerja terampil (skilled), dan pekerja domestik.
Sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja Indonesia (TKI) adalah aviasi (penerbangan), perhotelan, dan migas (minyak dan gas Bumi).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sekadar informasi, Qatar merupakan satu dari enam negara kaya atau petro dollar di kawasan Timur Tengah. Lima lainnya adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Bahrain serta Oman.
Keenamnya bergabung dalam Gulf Cooperation Council (GCC) yang kerap dijuluki The Big Guys, karena begitu berpengaruhnya. Nino Fediawan Kusmedi satu di antara puluhan ribu WNI yang berkarier di Qatar, negara kaya gas alam, tepatnya di Oryx GTL sebagai internal audit.
Di sini, ia tidak hanya berprofesi sebagai auditor, tetapi juga memegang posisi kunci sebagai kepala bagian internal audit di perusahaan migas terkemuka Qatar.
Oryx GTL merupakan perusahaan hasil kerja sama antara Qatar Petroleum dan Sasol South Africa yang mengoperasikan kilang pengolahan Gas-to-Liquid (GTL). GTL diesel, naphta, dan LPG diproduksi di kota industri Ras Laffan yang berada sekitar 80 kilometer di utara Doha, ibu kota Qatar.
Nino, begitu ia akrab dipanggil, bercerita ruang lingkup internal audit di Oryx GTL meliputi audit keuangan, komersial, operasional, teknologi informasi, dan seluruh aktivitas lain perusahaan.
"Tidak mudah untuk meraih posisi tersebut, tapi bukan tidak mungkin selama memiliki keahlian akuntansi dan auditing yang ditunjang oleh sertifikasi internasional yang relevan dan menguasai lingua franca serta pemahaman atas berbagai industri," kenang Nino, kala berbincang dengan VIVA.
Menurut pria berkacamata ini, tidak banyak auditor dari Indonesia yang berkarier di Qatar, karena sebagian besar ekonomi di negara Teluk tersebut masih dititikberatkan pada sektor migas, sehingga mayoritas pekerja migran bekerja di bagian teknikal dan operasional migas, mulai dari hulu sampai ke hilir.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Internal Auditor Nino Fediawan Kusmedi.
Photo :
- VIVA/Lazuardhi Utama
Sebagai head of internal audit, secara fungsional Nino bertanggung jawab langsung kepada board audit and risk committee yang beranggotakan direktur dan perwakilan dari kedua pemegang saham, yaitu Qatar Petroleum dan Sasol.
Halaman Selanjutnya
Namun, secara struktural, pria kelahiran Bandung, Jawa Barat ini melapor langsung ke pimpinan perusahaan Oryx GTL, sehingga dirinya juga termasuk dalam rapat manajemen eksekutif perusahaan secara berkala untuk memberikan masukan mengenai tata kelola perusahaan.

2 weeks ago
9











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
