Children of Heaven 2026, Ketika Film Klasik Iran Menemukan Jiwa Indonesianya

3 hours ago 2

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:40 WIB

Jakarta, VIVA – Film Children of Heaven merupakan adaptasi dari karya legendaris Majid Majidi yang pernah masuk nominasi Academy Awards 1998 untuk Best Foreign Language Film, sebuah tolok ukur yang sangat tinggi. Sutradara Hanung Bramantyo mengambil tanggung jawab besar dengan menghidupkan kembali kisah yang sudah sangat dicintai penonton Indonesia lewat tayangan televisi.

Kisah berpusat pada Ali dan Zahra, dua kakak-beradik yang hidup dalam kesederhanaan di pinggiran kota Semarang era 1980-an. Masalah bermula ketika sepatu sekolah Zahra hilang, dan keduanya terpaksa berbagi satu pasang sepatu secara bergantian. Dari trailer, nuansa pedesaan Jawa era 80-an terasa kuat, ini bisa menjadi daya tarik nostalgia sekaligus jendela budaya yang otentik. Scroll untuk tahu ceritanya lebih lanjut, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Yang menarik adalah pendekatan Hanung terhadap materi ini. Ia menegaskan tidak ingin menjadikan kesedihan dan kemiskinan sebagai komoditas drama semata, melainkan ingin menunjukkan martabat manusia di tengah keterbatasan. 

Peran Ali dipercayakan pada aktor cilik Jared Ali (10 tahun) dan Zahra diperankan Humaira Jahra (6 tahun), didampingi Andri Mashadi, Faradina Mufti, hingga Slamet Rahardjo. Chemistry dua pemeran cilik ini cukup alami.

Meski penonton seolah ingin dibuat menitikan air mata secepatnya, Children of Heaven hadir dengan gambar-gambar dan cerita yang indah. Nuansa Indonesia dimasukan tanpa terasa dijejal dan harus ada.

Deretan komika yang hadir juga cukup memberi warna. Mereka coba menyisipkan canda di tengah cerita yang coba membuat penonton hanyut di dalamnya.

Warna sepanjang film juga buat nyaman di mata. Tidak perlu dibuat hitam putih untuk menampikan latar waktu ceritanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Film ini datang dengan bekal yang kuat mulai dari materi cerita yang sudah teruji, sutradara berpengalaman, dan produksi dari rumah besar. Pertanyaannya tinggal satu, apakah adaptasi ini mampu menyentuh dengan cara yang segar, bukan sekadar nostalgia ulang?

Saat ditemui beberapa waktu lalu, Hanung sendiri percaya diri. Film ini akan tayang pada 27 Mei 2026 mendatang.

Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP, Puan Maharani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat

Polemik Film 'Pesta Babi', Puan: Kami Akan Tindaklanjuti di DPR

Puan menilai apabila konten dalam film tersebut berpotensi menimbulkan dampak negatif atau keresahan di masyarakat, maka langkah antisipasi perlu dilakukan secara bijak.

img_title

VIVA.co.id

12 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |