Rabu, 13 Mei 2026 - 14:04 WIB
VIVA – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memulai kunjungannya ke China pada Selasa, 12 Mei 2026, dengan menyebut lawatan tersebut akan menjadi sangat menarik dan dinantikan. Perhatian internasional tertuju pada kemungkinan munculnya perkembangan penting terkait perang Iran maupun isu Taiwan dalam agenda pembicaraan Trump dengan Presiden China, Xi Jinping.
Trump dijadwalkan tiba di Beijing pada Rabu malam bersama sejumlah eksekutif perusahaan besar Amerika Serikat. Ia berharap dapat mengamankan kesepakatan bisnis besar antara dua negara dengan perekonomian terbesar dunia, meskipun hubungan dagang AS dan China selama ini diwarnai friksi dan persaingan teknologi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Dia (Xi Jinping) adalah sosok yang memiliki hubungan baik dengan kami. Saya pikir Anda akan melihat hal-hal baik akan terjadi. Ini akan menjadi perjalanan yang sangat menarik,” kata Trump mengenai Xi.
Namun, banyak pejabat di Asia dan kawasan lain lebih menyoroti peluang penyelesaian perang yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak akhir Februari, serta kemungkinan perubahan sikap resmi Washington terkait Taiwan.
Sebelum bertolak ke Beijing, Trump menyatakan akan menggelar pembicaraan panjang dengan Xi mengenai konflik di Timur Tengah. China diketahui sebagai pembeli terbesar minyak mentah Iran dan menjadi penopang penting ekonomi Teheran.
Di tengah minimnya kemajuan pembicaraan tentang pembukaan kembali Selat Hormuz, Trump diperkirakan akan meminta Xi untuk "mendesak" Iran agar mau mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat.
Meski demikian, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak membutuhkan bantuan China terkait Iran.
Sehari sebelumnya, Trump juga menyatakan akan membahas penjualan senjata AS ke Taiwan dengan Xi. Isu tersebut diperkirakan menjadi salah satu prioritas dalam pertemuan puncak selama dua hari, 14-15 Mei 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan menolak penjualan senjata asing kepada pulau yang berpemerintahan sendiri tersebut. Pada Desember, Trump mengumumkan paket penjualan senjata senilai US$11 miliar (sekitar Rp192,7 triliun) kepada Taiwan, yang memicu reaksi keras Beijing.
Kunjungan ini menjadi lawatan pertama presiden Amerika Serikat ke China sejak November 2017, ketika Trump datang ke Beijing pada masa jabatan pertamanya. Trump dan Xi terakhir bertemu pada Oktober tahun lalu di Korea Selatan dan saat itu sepakat menghentikan sementara perang dagang kedua negara selama satu tahun.
Halaman Selanjutnya
Menurut Gedung Putih, pertemuan terbaru itu akan dimulai Kamis pagi setelah upacara penyambutan resmi. Kedua pemimpin dijadwalkan mengunjungi Temple of Heaven pada Kamis sore sebelum menghadiri jamuan kenegaraan.

2 hours ago
1











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)
