CIA Akui Berbulan-bulan Buntuti Khamenei Sebelum Serangan Mematikan AS-Israel di Teheran

1 week ago 8

Senin, 2 Maret 2026 - 09:37 WIB

VIVA –  Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026, menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan pejabat senior Iran lainnya. 

Presiden AS Donald Trump menyebut serangan yang menargetkan kediaman Khamenei terlacak dalam sistem intelijen dan pelacakan canggih AS. Pihaknya telah menargetkan serangan secara presisi terhadap Khamenei dan para pengikutnya

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dia [Khamenei] tidak dapat menghindari Sistem Intelijen dan Pelacakan Canggih kami dan, bekerja sama erat dengan Israel, tidak ada yang bisa dia, atau para pemimpin lain yang telah tewas bersamanya, lakukan," kata tulis Trump di platform Truth Social miliknya, Sabtu. 

Keterlibatan intelijen dalam serangan-serangan mematikan duet Israel dan AS yang menyasar para petinggi Iran tidak dapat dinafikan. Pun ketika pada Sabtu pagi, operasi Epic Fury yang digulirkan Trump menarget sejumlah petinggi Iran di tengah kebuntuan proses negosiasi nuklir Iran-AS di Jenewa.

Intelijen CIA mengakui keterlibatan mereka dalam serangan yang menewaskan Khamenei di Iran. Data intelijen telah dikumpulkan selama berbulan-bulan oleh CIA dan dibagikan ke militer Israel yang menyebabkan serangan rudal yang menewaskan Khamenei dan pejabat senior Iran lainnya pada hari Sabtu, kata seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut mengkonfirmasi kepada CBS News.

Badan intelijen tersebut telah melacak lokasi Khamenei selama beberapa bulan sebelum serangan gabungan AS-Israel pada hari Sabtu, dan memperoleh wawasan yang lebih dalam tentang keberadaannya saat ia bergerak. 

Badan tersebut kemudian mengetahui tentang pertemuan para pejabat senior Iran pada Sabtu pagi, di sebuah kompleks di Teheran yang diperkirakan akan dihadiri Khamenei.

Wawasan itu, yang disampaikan kepada militer Israel dan mempercepat jadwal serangan untuk memanfaatkan peluang tersebut, kata sumber yang berbicara dengan syarat anonim untuk membahas masalah intelijen yang sensitif kepada CBS News.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Presiden Trump mengatakan kepada Joe Kernen dari CNBC pada hari Minggu, bahwa operasi AS di Iran "berjalan sangat baik, sangat baik — lebih cepat dari jadwal."

"Ini adalah rezim yang sangat kejam, salah satu rezim paling kejam dalam sejarah," kata Trump dalam percakapan telepon dengan Kernen. "Kami melakukan pekerjaan kami bukan hanya untuk kami, tetapi untuk dunia. Dan semuanya lebih cepat dari jadwal."

Halaman Selanjutnya

Presiden telah mengawasi serangan tersebut dari kediamannya di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |