Daftar Maskapai Asing di Indonesia yang Terdampak Perang Iran-Israel, Menhub Dudy Wanti-wanti Tingkatkan Kewaspadaan

1 week ago 4

Senin, 2 Maret 2026 - 08:58 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta maskapai penerbangan nasional denga nrute internasional dengan tujuan atau yang melewati kawasan Timur Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan. Hal tersebut meresons terjadinya perang antara Iran dengan Israel dan sekutunya Amerika Serikat (AS) kian memanas beberapa hari ini.

Dudy mengungkapkan, beberapa operator penerbangan telah melaporkan bahwa terdampak konflik di kawasan Timur Tengah tersebut. Banyak penerbangan internasional terdampak, sebagian dibatalkan, namun ada perjalanan yang saat ini belum terdampak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Untuk itu, kami imbau maskapai meningkatkan kewaspadaan dan penumpang secara aktif memantau perkembangan informasi," kata Dudy di Jakarta, Dikutip Senin, 2 Maret 2026.

Sementara itu lanjut dia, maskapai penerbangan asing dilaporkan telah membatalkan penerbangan, serta tidak mengoperasikan penerbangan dari dan menuju semua kota di Timur Tengah sejak eskalasi konflik terjadi antara Iran dan Israel.

Adapun maskapai yang telah membatalkan penerbangan atau tidak mengoperasionalkan penerbangan antara lain Etihad Airways, Qatar Airways, Emirates, Malaysia Airlines, Phillipine Airlines, Indigo Airlines, Srilanka Airlines, China Southern Airlines, Singapore Airlines dan Scoot.

Maskapai Saudia Airlines masih melakukan pemantauan terhadap beberapa kota tujuan di Timur Tengah, Oman Air beroperasi seperti biasa, dan Ethiopian Airlines masih beroperasi seperti biasa namun tidak mengoperasikan penerbangan ke Amman (Jordania) dan Tel Aviv (Israel).

Sementara itu,dua maskapai dalam negeri yang melewati ruang udara Timur Tengah yakni Garuda Indonesia dan Lion Air saat ini belum terdampak konflik. Menhub menyebut, penerbangan Garuda Indonesia dan Lion Air menuju Jeddah belum terdampak, sedangkan penerbangan Garuda Indonesia menuju Amsterdam di reroute melalui Kairo (Mesir).

"Aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama," kata Dudy menegaskan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut dia mengungkapkan, Kementerian Perhubungan selalu berkoordinasi dengan Airnav Indonesia, maskapai penerbangan, pengelola bandara dan otoritas asing untuk memperbaharui informasi keamanan wilayah Timur Tengah serta memastikan penerbangan aman dan lancar.

Beberapa negara telah menutup ruang udara untuk semua kedatangan dan keberangkatan, baik penerbangan komersial maupun pribadi. Negara-negara tersebut antara lain Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah.

Halaman Selanjutnya

"Kami telah berkoordinasi dan meminta maskapai memonitor kondisi ruang udara Timur Tengah, termasuk untuk perjalanan umroh,” katanya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |