Daftar Negara Paling Terdampak Penutupan Selat Hormuz

1 week ago 6

Senin, 2 Maret 2026 - 12:15 WIB

Jakarta, VIVA – Serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran memicu kekhawatiran global atas stabilitas pasokan energi dunia. Hal tersebut lantaran penutupan Selat Hormuz oleh Iran, yang bisa berdampak pada negara-negara Asia, yang sangat bergantung pada minyak dan gas dari kawasan Teluk.

Sekitar 20–30 persen pasokan minyak dan gas global dikirim melalui Selat Hormuz setiap hari. Jika jalur ini terganggu atau ditutup, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh produsen dan perusahaan energi, tetapi juga oleh negara-negara pengimpor utama yang ekonominya sangat tergantung pada stabilitas harga energi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Negara-Negara yang Paling Terdampak

Berdasarkan data dari US Energy Information Administration (EIA), sekitar 20 juta barel minyak per hari melintasi Selat Hormuz pada 2024. Sekitar 84 persen pengiriman minyak mentah dan kondensat tersebut menuju pasar Asia.

Empat negara yang paling bergantung pada jalur ini adalah:

- China
- India
- Jepang
- Korea Selatan

Keempat negara ini menyerap sekitar 69 persen total aliran minyak mentah dan kondensat yang melewati Selat Hormuz. China sendiri menerima sekitar setengah impor minyak mentahnya melalui jalur tersebut.

Jika terjadi lonjakan harga minyak hingga US$100 per barel (setara Rp1.680.000), tekanan terbesar akan dirasakan oleh negara-negara dengan kebutuhan energi impor tinggi dan sektor manufaktur besar.

“Selat Hormuz sangat penting bagi pasar energi global, karena sekitar 30 persen minyak mentah laut dunia melintasi jalur ini. Selain itu, hampir 20 persen bahan bakar jet global dan sekitar 16 persen bensin serta nafta juga melewati Selat tersebut,” kata Muyu Xu, analis minyak mentah senior di Kpler, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera, Senin, 2 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menambahkan, bahwa sejak konflik dimulai, lalu lintas kapal melalui selat mengalami penurunan tajam. Data pelayaran menunjukkan sedikitnya 150 kapal tanker, termasuk kapal pengangkut minyak mentah dan LNG, telah menjatuhkan jangkar di perairan Teluk.

Penutupan total Selat Hormuz juga berpotensi mengganggu sekitar seperlima minyak yang diperdagangkan secara global hanya dalam semalam. “Penutupan Selat Hormuz akan mengganggu sekitar seperlima minyak yang diperdagangkan secara global dalam semalam, dan harga tidak hanya akan melonjak, tetapi akan melonjak tajam karena ketakuta,” ungkap Ali Vaez dari International Crisis Group. 

Halaman Selanjutnya

“Guncangan tersebut akan menyebar jauh melampaui pasar energi, memperketat kondisi keuangan, memicu inflasi, dan mendorong ekonomi yang rapuh semakin dekat ke jurang resesi dalam hitungan minggu.”

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |