(Artikel opini ini ditulis oleh Dr. Eko Wahyuanto, Pengamat Kebijakan Publik)
VIVA – Danantara merupakan institusi kedaulatan investasi untuk kemakmuran rakyat Indonesia. Sama sekali tidak ada hubungan kepemilikan, alur kendali, maupun afiliasi ideologis antara Danantara dengan entitas asing manapun.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Apalagi dengan perusahaan yang diduga terlibat dalam pendanaan konflik atau pelanggaran HAM.
Kerja sama profesional dengan lembaga keuangan global dilakukan untuk belajar dari " best practice" dunia demi mengelola aset bangsa secara mandiri.
Danantara - BlackRock
Dalam dunia bisnis, dua hal sering dicampuradukkan sebagai sebuah kebijakan institusional. Yakni "Belajar dari Model" dan "Kemitraan Pendanaan".
Dua format inilah yang menyebabkan Danantara kerap dikaitkan dengan BlackRock dari Israel. Hanya karena Indonesia ingin meniru keberhasilan BlackRock atau Temasek dalam sistem pengelola aset skala besar.
Dua skema itu perbandingan model bisnis, bukan kemitraan modal, apalagi kerjasama strategis.
Keputusan investasi Danantara diikat dengan UU. Begitu juga kebijakan luar negeri Indonesia soal Palestina, secara tegas Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina.
Tidak ada satu rupiah pun aset negara dialokasikan untuk mendukung agenda yang bertentangan dengan prinsip konstitusi, menghapuskan penjajahan di atas dunia.
Bukti dukungan Indonesia terhadap Palestina dituangkan dalam hasil kesepakatan negara-negara anggota Board of Peace yang sedang berlangsung di Amerika. Di mana peran Indonesia diuji melalui upaya perdamaian Gaza.
Jutaan warga dunia menunggu aksi nyata Indonesia sebagai Deputy Commander dalam International Stabilization Force (ISF).
Melalui komitmen Indonesia mengirimkan lebih dari 8.000 personel pasukan penjaga gencatan senjata, dan mengawal perdamaian abadi bagi Gaza.
Indonesia akan memegang kendali di sektor-sektor krusial seperti kawasan Rafah, memimpin rekonstruksi sipil, melatih kepolisian lokal Gaza dengan model “one authority, one law”.
Indonesia akan terlibat langsung dalam proyek kemanusiaan raksasa, membersihkan 70 juta ton puing, membangun kembali 400.000 rumah, hingga membangun bandara dan pelabuhan di Gaza dengan total kebutuhan investasi melampaui USD 30 miliar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Public Trust
Danantara lahir dari semangat kemandirian, bukan kepanjangan tangan asing. Pemerintah melihat bahwa aset negara tersebar berserakan di ladang BUMN. Perlu dikelola terpusat agar Indonesia memiliki kekuatan finansial seperti Sovereign Wealth Fund (SWF) negara maju.
Halaman Selanjutnya
Tujuannya, agar Indonesia tidak terus bergantung pada utang luar negeri. Dalam proses riset, tim teknis mempelajari mekanisme dua super holding dunia terbesar, termasuk BlackRock.
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.

2 weeks ago
6











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
