Rabu, 4 Maret 2026 - 13:44 WIB
Tel Aviv, VIVA – Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran akhir bulan Februari lalu bukan sekadar operasi militer biasa. Di balik ledakan yang mengguncang Teheran, ada operasi intelijen senyap yang disebut-sebut telah dirancang selama bertahun-tahun. Kamera lalu lintas di jalanan ibu kota Iran, data satelit, hingga kecerdasan buatan (AI) disebut menjadi bagian dari mesin pemburu target yang akhirnya mengarah pada kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Menurut seorang pejabat Israel seperti dikutip The Guardian, mengetahui operasi tersebut, kamera lalu lintas di Teheran sudah lama diretas dan dimanfaatkan untuk memantau pergerakan di dalam kota secara real time. Dari sana, pola mobilitas, kebiasaan, hingga jalur pengamanan elite Iran dipetakan secara rinci.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Target Berbasis AI
Sumber Israel lain yang memahami detail operasi menyebut sistem itu sebagai “mesin produksi target berbasis kecerdasan buatan”. Sistem ini dirancang untuk mengolah data dalam jumlah masif dan mengubahnya menjadi koordinat presisi.
Data yang dimasukkan tidak hanya berupa rekaman visual. Informasi intelijen manusia, penyadapan komunikasi, citra satelit, hingga sinyal elektronik digabungkan dalam satu sistem. Hasil akhirnya berupa titik koordinat 14 digit yang diyakini sangat akurat.
Proses tersebut, kata sumber itu, tetap melibatkan manusia. Tim yang terdiri dari teknolog, analis data, dan insinyur bertugas memverifikasi rekomendasi serangan dan menyempurnakan algoritma agar tidak terjadi kesalahan fatal.
Selama satu dekade terakhir, sistem ini disebut telah membantu Israel melakukan berbagai operasi rahasia di Iran, termasuk pembunuhan sejumlah ilmuwan nuklir dan pejabat tinggi, pencurian arsip nuklir Iran, hingga operasi terhadap tokoh politik Hamas di Teheran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kemampuan itu sebelumnya sudah diuji dalam konflik 12 hari antara Israel dan Iran pada Juni tahun lalu. Dalam serangan pembuka, Pasukan Pertahanan Israel dilaporkan menargetkan dan menewaskan pejabat militer tertinggi Iran, termasuk kepala Korps Garda Revolusi Islam serta salah satu ajudan dekat Khamenei.
Namun saat itu, Khamenei lolos. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, sebelumnya menyatakan bahwa mereka tidak memiliki kesempatan untuk menargetkan pemimpin tertinggi Iran karena ia diduga bersembunyi di bunker bawah tanah dan menghentikan semua komunikasi.
Halaman Selanjutnya
Serangan pada Sabtu pagi waktu setempat dilakukan secara terbuka di siang hari. Seorang pejabat militer Amerika, Jenderal Dan Caine, mengatakan operasi tersebut dipicu oleh peristiwa tertentu dan dilaksanakan oleh Pasukan Pertahanan Israel dengan dukungan intelijen Amerika Serikat.

1 week ago
3











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
