Dedi Mulyadi Tanggapi Spanduk ‘Shut Up KDM’ di GBLA

5 hours ago 1

Minggu, 26 April 2026 - 15:58 WIB

VIVA – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memberikan tanggapan atas kemunculan spanduk bertuliskan “Shut Up KDM” saat laga Persib Bandung vs Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Jumat, 24 April 2026. 

Spanduk tersebut muncul di tengah polemik terkait bonus untuk Persib yang sebelumnya ia ungkap ke publik. Dedi menyatakan menghargai kritik dari suporter dan menilai hal itu sebagai bentuk pengingat agar profesionalisme sepak bola tetap terjaga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pernyataannya, Dedi menyampaikan terima kasih kepada Bobotoh yang membentangkan spanduk tersebut. Ia menilai pesan dalam spanduk itu sebagai bentuk masukan agar dirinya tidak terlalu banyak berbicara mengenai isu yang berpotensi mengganggu fokus tim.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di BPK Jawa Barat

“Saya mengucapkan terima kasih atas spanduk yang dibentangkan, yang intinya melarang saya untuk tidak bicara mengenai bonus. Saya yakin itu didasarkan pada keinginan agar profesionalisme sepak bola tetap terjaga,” ujar Dedi melalui Instagram pribadinya, dikutip VIVA Minggu, 26 April 2026.

Ia kemudian menjelaskan bahwa polemik bermula dari unggahannya terkait bonus untuk pemain Persib yang berasal dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait. Menurut Dedi, bonus tersebut disepakati dalam pertemuan bersama manajemen Persib sebagai bentuk dukungan untuk target juara.

Dedi mengungkapkan bahwa bonus diberikan untuk laga tandang tersisa, dengan nilai Rp1 miliar per pertandingan. Total dana yang disiapkan mencapai Rp5 miliar untuk lima pertandingan.

“Bonus tersebut berawal dari pertemuan kami dengan manajemen Persib. Saat itu disampaikan tantangannya berat, sehingga diperlukan dukungan tinggi. Lalu secara spontan disampaikan akan ada bonus Rp1 miliar per pertandingan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa sebelum informasi tersebut dipublikasikan, dirinya telah menanyakan kepada pihak manajemen terkait aturan yang berlaku. Dedi menyebut publikasi dilakukan sebagai bagian dari transparansi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya menanyakan apakah boleh dipublikasikan, dan dijawab tidak melanggar. Saya menyampaikan ini sebagai bentuk transparansi agar publik mengetahui adanya dukungan tersebut,” katanya.

Meski demikian, Dedi mengakui bahwa polemik yang muncul sebaiknya tidak berlarut-larut. Ia mengajak semua pihak untuk kembali fokus mendukung Persib dalam perburuan gelar.

Halaman Selanjutnya

“Saya sampaikan, kita tidak usah lagi membicarakan ini secara berkelanjutan. Fokuslah Persib untuk menghadapi pertandingan berikutnya agar target juara tercapai,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |