Lokasi Penembakan di Acara Trump Ternyata Sama dengan Tempat Percobaan Pembunuhan Presiden Reagan

5 hours ago 1

Minggu, 26 April 2026 - 16:00 WIB

VIVA –Insiden penembakan terjadi dalam acara jamuan makan malam White House Correspondents' Association yang digelar Sabtu malam Waktu setempat. Akibat insiden itu, presiden AS, Donald Trump dan istrinya, Melania Trump serta pejabat AS langsung dievakuasi.

Peristiwa penembakam ini kembali menjadi perhatian publik pada sejarah kelam Hotel Hilton, tempat insiden tersebut terjadi. Hotel ini dikenal publik menjadi lokasi percobaan pembunuhan terhadap mantan presiden AS, Ronald Reagan oleh John Hinckley Jr pada 30 Maret 1981.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melansir laman Chosun, Minggu 26 April 2026, fakta bahwa insiden baru ini terjadi di lokasi yang sama dengan salah satu percobaan pembunuhan paling mengejutkan dalam sejarah Amerika Serikat membuat publik kembali terkejut.

Seperti diketahui 45 tahun lalu, penembakan terhadap Reagan berlangsung seperti adegan film. Saat Reagan meninggalkan hotel setelah berpidato, ia tertembak salah satu dari enam peluru yang dilepaskan Hinckley.

Peluru terakhir memantul dari kaca antipeluru limosin presiden dan mengenai bagian ketiak kiri Reagan. Peluru tersebut mematahkan tulang rusuk, melubangi paru-parunya, dan berhenti hanya sekitar 2,5 sentimeter dari jantungnya. 

Reagan kemudian segera dilarikan ke Rumah Sakit Universitas George Washington. Tiba di sana, tim dokter langsung melakukan operasi besar untuk memperbaiki pembuluh darah paru-paru dan mengeluarkan peluru tersebut.

Meski mengalami pendarahan internal yang mengancam nyawa, Reagan justru semakin dikenang sebagai presiden yang kuat berkat ketenangan dan selera humornya di tengah krisis. Ia sempat bercanda kepada istrinya, Nancy, 'Sayang, aku lupa menunduk,' dan mengatakan kepada tim medis, 'Saya harap kalian semua Partai Republik'. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu dokter bedah yang merupakan anggota Partai Demokrat kemudian menjawab, 'pak Presiden, hari ini kami semua Partai Republik', sebuah momen yang menyentuh dan dikenang luas oleh masyarakat Amerika. Tingkat persetujuan publik terhadap Reagan bahkan melonjak hingga 73% setelah insiden tersebut, dan citra pemimpin tangguh semakin melekat pada dirinya.

Namun, James Brady, Sekretaris Pers Gedung Putih yang juga tertembak di kepala di lokasi yang sama, mengalami kelumpuhan permanen dari pinggang ke bawah dan harus menggunakan kursi roda seumur hidup. Bersama istrinya, ia kemudian menjadi tokoh penting dalam kampanye pengendalian senjata di Amerika Serikat, yang berujung pada lahirnya Brady Law pada 1993. Undang-undang ini mewajibkan pemeriksaan latar belakang bagi pembeli senjata api.

Halaman Selanjutnya

Menariknya, ruang konferensi pers Gedung Putih tempat para jurnalis berkumpul setiap hari kini dinamai James S. Brady Press Briefing Room. Para jurnalis yang dievakuasi dalam insiden terbaru di hotel tersebut yang sehari-hari meliput dari “Brady Room” secara tidak langsung kembali menghadapi situasi penembakan di lokasi yang memiliki sejarah tragis yang sama, menghadirkan ironi tersendiri dalam perjalanan sejarahnya. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |