Demi Keamanan, 11 Bandara Perintis di Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pilot Smart Air

2 weeks ago 5

Kamis, 19 Februari 2026 - 05:59 WIB

VIVA – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan telah melakukan penutupan 11 bandara perintis di wilayah Papua, menyusul insiden penembakan pilot dan kopilot Smart Air di Bandara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu, 11 Februari 2026.

Menurut Menhub Dudy, penutupan sementara 11 bandara dan lapangan terbang perintis di Papua dilakukan sebagai langkah preventif guna memastikan keselamatan penerbangan dan keamanan operasional bandara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Salah satu sikap atau tindakan preventif kami sekarang ini adalah dengan menutup beberapa bandara yang kami rasakan belum cukup memadai keamanannya, sehingga dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," kata Menhub dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.

Dudy menyampaikan penutupan 11 bandara dan lapangan terbang perintis dilakukan karena bandara-bandara tersebut dinilai belum memiliki tingkat pengamanan memadai, sehingga berpotensi menimbulkan risiko bagi awak dan penumpang pada operasional penerbangan perintis.

Kementerian Perhubungan, lanjut Dudy, telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan kondisi keamanan di sekitar bandara dapat dikelola secara optimal, utamanya di wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP), guna melindungi penerbangan perintis.

"Khususnya yang berada di daerah 3TP sebagaimana yang terjadi pada beberapa waktu yang lalu di Papua (penembakan pilot dan kopilot), kami telah melakukan koordinasi dengan stakeholder," ujar Menhub.

Adapun koordinasi itu melibatkan aparat keamanan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang bertugas menjaga stabilitas wilayah.

Upaya itu dilakukan sekaligus mendukung upaya pemerintah memulihkan aktivitas transportasi udara secara bertahap di sejumlah bandara perintis terdampak langsung.

"Kami melakukan koordinasi dengan TNI dan Polri untuk memastikan keamanan yang ada di bandara itu bisa bisa kita kelola dengan sebaik-baiknya," kata Menhub.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui, Kementerian Perhubungan menegaskan operator yang menghentikan penerbangan perintis di wilayah Papua dengan pertimbangan keamanan dan keselamatan penerbangan tidak akan dikenakan sanksi.

"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menegaskan operator yang menghentikan penerbangan, karena alasan keamanan tidak akan dikenakan sanksi," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa.

Halaman Selanjutnya

Dia juga menyampaikan penerbangan perintis tetap dapat dilaksanakan dengan memastikan kondisi keamanan bandara tujuan terpenuhi. Kemudian operator diberikan kewenangan penuh untuk melakukan penilaian keamanan dan memutuskan keberlanjutan operasional demi keselamatan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |