Dibanding Negara Tetangga, Purbaya sebut Rasio Utang RI 40 Persen dari PDB Masih Aman

3 weeks ago 7

Rabu, 18 Februari 2026 - 18:02 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, posisi utang pemerintah Indonesia hingga saat ini masih dalam batas aman, meski nominalnya meningkat.

Tercatat bahwa hingga 31 Desember 2025, total utang pemerintah mencapai sebesar Rp 9.637,90 triliun, atau setara 40,46 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Purbaya pun membandingkan rasio utang Indonesia dengan sejumlah negara kawasan. Dimana rasio utang Malaysia di 2025 tercatat berada di kisaran 64 persen terhadap PDB.

Kemudian Thailand mencatat rasio utang sekitar 63,5 persen dari PDB, dan Singapura mencatat rasio utang jauh lebih tinggi yakni sekitar 165-170 persen dari PDB.

"Dengan standar itu, kita masih aman," kata Purbaya di DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Di menambahkan, defisit anggaran tetap dijaga di bawah 3 persen terhadap PDB. Pemerintah sengaja memanfaatkan ruang defisit yang tersedia, untuk mendorong pemulihan dan pembalikan arah ekonomi.

"Jadi strategi kita adalah memaksimalkan defisit yang ada, untuk memastikan ekonomi berbalik arah. Itu sebetulnya strategi yang amat smart. Kita enggak lewatin 3 persen, ekspansi fiskal, kasih stimulus ke ekonomi, ekonominya balik," ujarnya.

Purbaya menilai, pendekatan tersebut sebagai langkah yang tepat untuk menjaga momentum pertumbuhan tanpa melampaui batas disiplin fiskal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemerintah diakuinya tidak ingin gegabah dalam mengambil kebijakan, yang justru berisiko menekan daya beli dan membuat ekonomi kembali terpuruk.

Sebagai informasi, sepanjang 2025 defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 tercatat Rp 695,1 triliun, atau 2,92 persen terhadap PDB.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Soal Usulan Kenaikan PPh 21 dari IMF, Purbaya: Sebelum Ekonomi Kuat, Tarif Pajak Tak Berubah

Purbaya mengaku ingin fokus pada perluasan basis pajak, perbaikan kepatuhan, serta percepatan pertumbuhan ekonomi, guna menjaga defisit terkendali tanpa membebani rakyat.

img_title

VIVA.co.id

18 Februari 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |