Rabu, 4 Maret 2026 - 14:50 WIB
Jakarta, VIVA – Iran diketahui melancarkan serangan udara ke pangkalan militer AS yang berada di negara-negara Arab. Serangan ini dilancarkan sebagai balasan atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei yang tewas akibat serangan gabungan AS- Israel pada Sabtu 28 Februai.
Meski menyasar pangkalan milter AS yang berada di wilayah negara-negara Arab, namun serangan yang dilancarkan Iran juga berdampak pada sejumlah infrastruktur sipil dan fasilitas energi di sana. Serangan tersebut berdampak pada citra kawasan negara-negara Arab sebagai pusaat perjalanan, pariwista dan keuangan yang aman dan makmur.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Padahal, ini adalah perang yang sebenarnya tidak diinginkan pemerintah Arab dan sudah mereka upayakan untuk dicegah. Pertanyaannya sekarang apakah negara-negaara Arab akan terseret lebih jauh akibat serangan Iran?
Melansir laman Al Jazeera, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari, menegaskan bahwa Iran telah melampaui batas.
“Semua garis merah sudah dilanggar. Serangan terhadap kedaulatan kami terjadi terus-menerus. Ada serangan terhadap infrastruktur. Ada serangan ke kawasan permukiman. Dampaknya sangat jelas,” kata dia.
Terkait kemungkinan negara-negara Arab melakukan serangan balasan terhadap Iran, Ansari menyatakan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan para pemimpin masing-masing negara.
”Soal kemungkinan pembalasan, semua opsi ada di tangan pimpinan kami. Tapi harus ditegaskan, serangan seperti ini tidak akan dan tidak bisa dibiarkan tanpa balasan,” sambung dia.
Sebagian besar rudal Iran memang berhasil dicegat di berbagai wilayah, tetapi puing-puing yang berjatuhan tetap memicu kebakaran dan menelan korban jiwa. Drone yang lebih mudah lolos dari sistem pertahanan udara biasanya hanya menyebabkan kerusakan terbatas, namun cukup untuk menimbulkan kekacauan yang mengganggu perdagangan dan perjalanan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Diduga, itulah strategi Iran yakni meningkatkan tekanan terhadap negara-negara Arab tetangganya dengan harapan mereka akan mendesak Amerika Serikat untuk mengakhiri perang.
Menurut laporan Financial Times, Iran diyakini telah meluncurkan hampir sebanyak mungkin drone dan rudal ke Uni Emirat Arab pusat perdagangan dan pariwisata utama di kawasan Teluk seperti yang ditembakkan ke Israel.
Halaman Selanjutnya
Iran juga bisa menjadikan industri minyak dan gas kawasan sebagai alat tekanan. Jika sektor vital ini terganggu, dampaknya bisa mengguncang perekonomian global.

2 hours ago
1





















