Perpanjang Kontrak ExxonMobil di Blok Cepu, Bahlil Ungkap Poin Utama Negosiasinya

3 hours ago 2

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:50 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengaku, pihaknya masih bernegosiasi dengan ExxonMobil terkait perpanjangan kontrak Blok Cepu di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah.

"Perpanjangan Exxon sekarang lagi dalam negosiasi," kata Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lapangan minyak Banyu Urip Blok Cepu di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Photo :

  • VIVA.co.id/Nur Faishal

Dia menjelaskan, kontrak pengelolaan Blok Cepu oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) semestinya selesai pada tahun 2035. Komposisi saham pengelolaan Blok Cepu saat ini adalah 45 persen milik Pertamina, 45 persen milik ExxonMobil, dan 10 persen untuk badan usaha milik daerah (BUMD).

“Dari 2035 itu, karena mereka menemukan beberapa sumber baru lagi, maka ada keinginan untuk memperpanjang,” ujar Bahlil.

Perpanjangan itulah yang diakui Bahlil saat ini masih dalam tahap negosiasi. Dimana, poin yang bergulir dalam negosiasi tersebut yakni terkait hak-hak pembagian hasil produksi, yang meliputi berapa hak pemerintah dan berapa hak perusahaan.

Dalam negosiasi tersebut, Bahlil menegaskan bahwa hak atau pendapatan bagi negara itu jauh lebih penting, sehingga ia memikirkan cara mana yang paling menguntungkan untuk negara.

“Kami belum ketemunya di situ, tetapi secara prinsip yang lain sudah kita ketemu,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur, adalah salah satu lapangan minyak terbesar di Indonesia yang dioperatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Sebelum Proyek Banyu Urip Infill Clastic (BUIC), produksi Exxon hanya mencapai 150 ribu barel per hari.

Kini, setelah Proyek Banyu Urip Infill Clastic (BUIC), angkanya naik menjadi 180 ribu barel per hari atau setara dengan 25–30 persen lifting minyak nasional. (Ant).

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

Bahlil Ungkap Alasan Impor Bioetanol dari AS, Singgung soal Spesifikasi

Bahlil menjelaskan alasan mengimpor bioetanol dari Amerika Serikat (AS), yakni karena untuk memenuhi selisih antara kebutuhan dengan produksi bioetanol di dalam negeri.

img_title

VIVA.co.id

4 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |