Respons Mengejutkan Donald Trump Usai Iran Ancam Mundur dari Piala Dunia 2026

3 hours ago 1

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:20 WIB

VIVA – Isu panas menyelimuti jelang kick-off FIFA World Cup 2026. Timnas Iran dikabarkan mempertimbangkan memboikot turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai 11 Juni hingga 19 Juli mendatang.

Namun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menanggapi rumor tersebut dengan santai—bahkan cenderung tak peduli.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketegangan memuncak setelah serangan militer AS dan Israel terhadap Iran pada akhir pekan lalu. Situasi politik yang memanas membuat Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) meragukan partisipasi mereka di ajang empat tahunan tersebut.

“Setelah serangan ini, kita tidak bisa berharap menantikan Piala Dunia dengan penuh harapan,” ujar Presiden FFIRI, Mehdi Taj, kepada media olahraga Iran.

Menanggapi potensi boikot itu, Trump tak menunjukkan kekhawatiran sedikit pun.

“Saya benar-benar tidak peduli. Saya pikir Iran adalah negara yang sangat lemah. Mereka berada di ambang kehancuran,” ujar Trump seperti dikutip media Prancis, L’Equipe.

Pernyataan keras itu makin mempertegas ketegangan politik yang bisa merembet ke panggung sepak bola dunia.

Secara regulasi, Iran memang termasuk negara yang warganya dilarang masuk ke AS dalam kebijakan imigrasi Trump. Namun untuk event olahraga besar seperti Piala Dunia dan Olimpiade, pemerintah AS memberikan pengecualian bagi tim nasional atau kontingen resmi—meski tidak untuk suporter.

Di atas kertas, potensi duel panas juga bisa terjadi. Iran tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Sementara tuan rumah AS berada di Grup D bersama Paraguay, Australia, dan pemenang playoff UEFA.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika Iran dan AS sama-sama finis sebagai runner-up grup, keduanya bisa bentrok di babak 32 besar. Skenario yang tentu saja akan sarat tensi, bukan hanya di lapangan, tetapi juga secara politik.

Piala Dunia tinggal hitungan hari. Namun sebelum bola bergulir, aroma rivalitas geopolitik sudah lebih dulu menyengat. Sepak bola dan politik kembali berdiri di panggung yang sama.

Kapal tanker melintas di Selat Hormuz, Iran

Iran Masih Tutup Selat Hormuz, Ancaman Krisis Energi di Depan Mata

Konflik Iran vs Israel-AS memicu lonjakan harga gas dan minyak dunia. Bursa saham global anjlok, inflasi dan suku bunga terancam naik. Baca di sini selengkapnya

img_title

VIVA.co.id

4 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |