Dongkrak Serapan Tenaga Kerja Para Alumni, Universitas Binawan Gadang Kurikulum Berbasis Industri

1 hour ago 1

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:38 WIB

Jakarta, VIVA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, tingkat pengangguran terbuka lulusan pendidikan tinggi mulai dari Diploma IV, Sarjana, Magister, dan Doktor, mencapai 6,23 persen pada Februari 2025.

Sementara, pemerintah sendiri menyebut bahwa terdapat sekitar 1,01 juta lulusan perguruan tinggi, yang masih belum terserap oleh dunia kerja.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kondisi ini menunjukkan pentingnya penguatan keterkaitan antara perguruan tinggi, dengan kebutuhan dunia usaha dan industri melalui pendidikan yang adaptif dan berbasis kompetensi," kata Ketua Yayasan Binawan, Said Saleh Alwyni dalam keterangannya, Rabu, 15 Juli 2026.

Ilustrasi pelamar kerja

Photo :

  • ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Dengan kondisi demikian, Universitas Binawan pun menegaskan komitmen untuk terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan, yang berorientasi pada employability, riset, dan kolaborasi internasional.

Said memastikan, komitmen itu diperkuat melalui lebih dari 100 kerja sama aktif dengan berbagai perguruan tinggi, rumah sakit, institusi pemerintah, organisasi profesi, dan mitra industri, baik di dalam maupun luar negeri.

"Kolaborasi ini menjadi fondasi dalam pengembangan kurikulum berbasis industri, peningkatan kualitas penelitian, pertukaran akademik, hingga pembukaan akses karier global bagi mahasiswa dan alumni," ujar Said.

Melalui peringatan Dies Natalis ke-25 bertema "Anchored in Akhlaq, Driven by Digital Innovation, Positioned for the World", Said menegaskan bahwa perayaan ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh civitas akademika Universitas Binawan.

Sekaligus sebagai penegasan komitmen Universitas Binawan, dalam membangun pendidikan tinggi yang berlandaskan nilai-nilai akhlak, diperkuat inovasi digital, serta berorientasi pada daya saing global.

"Kami bersyukur Universitas Binawan terus berkembang dengan tetap menjadikan akhlak sebagai fondasi utama, sekaligus mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja," ujarnya.

Sementara itu, Plt. Rektor Universitas Binawan, Prof. Henny Suzana Mediani menyampaikan, seluruh pencapaian universitas merupakan hasil kolaborasi seluruh civitas akademika, mitra industri, serta para pemangku kepentingan yang terus mendukung transformasi institusi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menegaskan, keberhasilan meningkatkan serapan lulusan hingga 93 persen, bertambahnya dosen bergelar doktor, meningkatnya kapasitas riset ke Klaster Utama, hingga semakin luasnya peluang karier internasional, merupakan indikator bahwa Universitas Binawan terus bergerak ke arah yang tepat.

"Kami akan terus memperkuat mutu pendidikan, menghasilkan riset yang relevan, serta membangun lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kompetensi global, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan," ujarnya.

Anggota DK OJK, Sophia Wattimena

Ungkap Risiko Penyalahgunaan AI hingga Ancaman Geopolitik ke Industri Keuangan RI, Begini Solusi OJK

Sophia OJK menjelaskan, industri keuangan harus lebih adaptif atas ragam risiko dan tantangan mulai dari risiko siber, penyalahgunaan AI hingga ketidakpastian geopolitik.

img_title

VIVA.co.id

14 Juli 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |