Kementerian Haji Dorong Transformasi Industri Haji dan Umrah Berbasis Pelayanan, Bukan Sekadar Keuntungan

1 hour ago 1

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:12 WIB

Jakarta, VIVA – Industri haji dan umrah di Indonesia dinilai perlu memasuki babak baru yang tidak lagi berorientasi semata pada keuntungan bisnis. Di tengah meningkatnya jumlah jemaah setiap tahun, transformasi penyelenggaraan ibadah didorong agar lebih mengedepankan kualitas pelayanan, integritas, serta nilai ibadah yang diterima jemaah.

Paradigma baru tersebut dikenal melalui konsep Travel Beyond Profit, yakni pendekatan yang menempatkan keberhasilan penyelenggara perjalanan ibadah tidak hanya diukur dari pertumbuhan usaha, tetapi juga dari kemampuan menjaga amanah, memberikan pelayanan terbaik, serta membangun kepercayaan jemaah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Transformasi ini juga menuntut penyelenggara untuk memperkuat tata kelola perusahaan yang sehat, transparan, dan akuntabel. Selain itu, digitalisasi layanan, pembinaan jemaah yang lebih komprehensif, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem industri haji dan umrah nasional.

Di sisi lain, industri haji dan umrah juga didorong memberikan dampak ekonomi yang lebih luas melalui kolaborasi lintas sektor, penggunaan produk lokal, hingga pengembangan kerja sama internasional yang mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Sejalan dengan arah tersebut, Kementerian Haji dan Umrah menegaskan komitmennya untuk mendorong perubahan paradigma penyelenggaraan ibadah haji dan umrah melalui kolaborasi dengan pelaku usaha agar industri ini semakin profesional, berdaya saing, dan berorientasi pada pelayanan jemaah.

Kementerian Haji Kenalkan Semangat Travel Beyond Profit

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat menghadiri Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) III Aliansi Pengusaha Haramain Seluruh Indonesia (ASPHIRASI) di Hotel Golden Tulip, Kota Batu, Rabu, 15 Juli 2026.

Dalam arahannya, Dahnil menegaskan penyelenggara perjalanan ibadah haji dan umrah tidak boleh hanya mengejar keuntungan finansial. Menurutnya, kepercayaan jemaah merupakan amanah yang harus dijaga melalui pelayanan yang profesional, transparan, dan bertanggung jawab.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga menekankan pentingnya penerapan good corporate governance atau tata kelola perusahaan yang baik sebagai fondasi dalam membangun industri haji dan umrah yang sehat dan berkelanjutan.

Selain aspek tata kelola, penyelenggara juga diharapkan memperkuat pembinaan kepada jemaah melalui manasik dan edukasi yang berkualitas agar pelaksanaan ibadah berjalan lebih nyaman dan sesuai tuntunan syariat.

Halaman Selanjutnya

"Melalui semangat Travel Beyond Profit, para pelaku usaha didorong untuk membangun bisnis yang berlandaskan amanah, integritas, profesionalisme, inovasi, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi jamaah dan masyarakat," ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |