Jakarta, VIVA – Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Dewi Yustisiana, meminta PT Pertamina (Persero) melakukan langkah mitigasi menyeluruh untuk mengantisipasi dampak eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel terhadap stabilitas pasokan energi nasional, khususnya minyak mentah dan Liquefied Petroleum Gas (LPG).
Menurut Dewi, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah berpotensi mengganggu rantai pasok energi global, mengingat kawasan tersebut merupakan salah satu pusat produksi minyak dunia dan jalur distribusi strategis.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia menilai, gangguan terhadap produksi maupun pelayaran dapat memicu volatilitas harga minyak mentah dan LPG, sementara Indonesia masih memiliki ketergantungan impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
“Indonesia harus memastikan langkah antisipatif dilakukan sejak dini agar pasokan dalam negeri tetap aman dan harga tidak bergejolak, terutama untuk kebutuhan masyarakat,” ujar Dewi dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 4 Maret 2026.
Ia mengatakan mekanisme pembelian minyak mentah oleh Pertamina, termasuk dari Saudi Aramco, dilakukan melalui skema business to business (B to B). Dengan skema tersebut kontrak bersifat komersial antar korporasi, sehingga manajemen risiko, fleksibilitas pasokan, serta pengaturan jadwal pengiriman menjadi aspek krusial dalam menghadapi dinamika geopolitik.
Dewi juga mendorong Pertamina memperkuat diversifikasi sumber pasokan, menjaga kecukupan cadangan operasional minyak dan LPG, serta memastikan distribusi berjalan lancar, terutama untuk LPG 3 kilogram yang sangat sensitif terhadap fluktuasi harga internasional.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia menegaskan, Komisi XII DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan guna memastikan kesiapan dan respons cepat dalam menjaga ketahanan energi nasional.
“Situasi global ini menjadi pengingat bahwa ketahanan energi harus diperkuat melalui tata kelola yang adaptif, diversifikasi pasokan, dan peningkatan kapasitas dalam negeri,” pungkas Dewi.
Rupiah Melemah di Tengah Surplus Neraca Dagang dan Gejolak Timur Tengah
Hingga pukul 09.16 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 16.915 per dolar AS. Posisi itu melemah 43 poin atau 0,25 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.872 per dolar AS
VIVA.co.id
4 Maret 2026

1 week ago
7











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
