Jakarta, VIVA – Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung mengatakan, saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Danantara Indonesia, terkait data izin usaha pertambangan (IUP) soal aktivitas ekspor PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Aspek-aspek yang menjadi perhatian Kementerian ESDM dalam hal ini menurut Yuliot adalah terkait soal Izin Usaha Pertambangan (IUP), pengangkutan, dan penjualan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Itu juga kami sudah lakukan konsolidasi dengan Danantara,” ujar Yuliot di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat, 29 Mei 2026.
PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI)
Dalam mendukung ekspor sumber daya alam (SDA) melalui DSI, seperti misalnya untuk komoditas batu bara, minyak kelapa sawit dan paduan besi (ferro alloy), Yuliot mengatakan bahwa Kementerian ESDM bertanggung jawab dalam soal pendataan IUP.
Karenanya, Yuliot memastikan bahwa pihaknya akan memfasilitasi kelengkapan aspek perizinan serta implementasi dari kebijakan tersebut.
“Jadi, sekalian itu nanti kami akan lakukan fasilitasi untuk kelengkapan perizinan dan juga terhadap implementasinya,” ujarnya.
Diketahui, Presiden Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI pada Rabu, 20 Mei 2026 lalu, telah mengumumkan penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam (SDA).
Karenanya, pemerintah pun membentuk PT DSI, sebagai perusahaan dengan penugasan khusus untuk mengelola dan mengawasi transaksi ekspor komoditas sumber daya alam strategis.
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria pada Senin, 25 Mei 2026 mengatakan, DSI kini sudah resmi menjadi BUMN dan akan dijalankan dalam dua tahap.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pada tahap pertama mulai 1 Juni hingga 31 Desember 2026, dimana DSI akan berperan sebagai penilai dan perantara antara penjual dan pembeli komoditas ekspor tertentu.
Selanjutnya pada tahap kedua, yang ditargetkan dimulai Januari 2027, DSI akan membeli komoditas dari eksportir domestik, untuk kemudian menjualnya ke pasar internasional. (Ant).
Tolak Monopoli dan Sentralisasi, Asosiasi Petani Sawit Dorong Fungsi DSI Sebagai Verifikator
Mansuetus menilai digitalisasi tak boleh jadi sentralisasi & menciptakan monopoli baru, yang memperbesar ketergantungan pasar dan menekan mekanisme persaingan usaha sehat
VIVA.co.id
29 Mei 2026

6 hours ago
2














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3432220/original/050867700_1618724332-hush-naidoo-yo01Z-9HQAw-unsplash.jpg)

![[Kolom Pakar] Dokter Ray Wagiu Basrowi: Peran Ganda Ibu Pekerja di Indonesia](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/4PDT82S2e8pRy0jVWbBaEYUDJaA=/1200x675/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508439/original/026909700_1771575367-dokter_dan_peneliti_kedokteran_komunitas__Dr._dr._Ray_Wagiu_Basrowi__MKK__FRSPH_.jpeg)