Jakarta, VIVA - Ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas dan memicu kekhawatiran di berbagai sektor industri, termasuk otomotif. Bagi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), dinamika di kawasan Timur Tengah menjadi perhatian serius mengingat wilayah tersebut merupakan salah satu pasar ekspor penting bagi kendaraan produksi Indonesia.
Wakil Presiden Direktur TMMIN, Bob Azam, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi yang terjadi. Menurut dia, dampak konflik dapat terbagi dalam beberapa horizon waktu, mulai dari jangka pendek hingga jangka panjang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam jangka pendek (short term), ketegangan geopolitik berpotensi memengaruhi jalur perdagangan dan logistik internasional. Penyesuaian rute pelayaran hingga meningkatnya risiko distribusi menjadi tantangan yang harus diantisipasi pelaku industri.
“Untuk isu Timur Tengah ini kami terus memantau perkembangan situasi. Dampak yang akan terjadi dapat terbagi menjadi short term. Biasanya jalur perdagangan dan logistik internasional dapat terdampak, mulai dari penyesuaian rute pelayaran hingga meningkatnya risiko distribusi. Kondisi ini tentu bisa berpengaruh terhadap aktivitas ekspor, yang berpotensi mengalami keterlambatan dibandingkan kondisi normal,” ujar Bob Azam saat dihubungi, Rabu 4 Maret 2026.
Memasuki jangka menengah (mid term), TMMIN juga mewaspadai potensi kenaikan harga minyak dunia apabila konflik berkepanjangan. Lonjakan harga energi dinilai dapat mengganggu stabilitas perekonomian negara-negara pengimpor kendaraan, termasuk di kawasan Timur Tengah.
“Apabila konflik tersebut memicu kenaikan harga minyak dunia, maka dapat mengganggu stabilitas perekonomian negara-negara pengimpor. Kondisi tersebut dinilai dapat menekan daya beli sekaligus memengaruhi permintaan kendaraan di pasar tujuan ekspor,” kata dia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sementara itu, dalam jangka panjang (long term), risiko yang lebih luas bisa muncul apabila konflik meluas dan berdampak pada rantai pasok global. Industri otomotif sangat bergantung pada material kritis dan komponen semikonduktor.
“Jika konflik semakin meluas akan berdampak kepada supply chain global, terutama critical material yang sangat dibutuhkan oleh industri semikonduktor. Potensi gangguan tidak hanya terjadi pada aktivitas perdagangan di tingkat regional, tetapi juga bisa menimbulkan efek berantai terhadap berbagai sektor manufaktur dunia,” ucap Bob.
Halaman Selanjutnya
Terkait langkah antisipasi, Bob menegaskan TMMIN bersama afiliasi Toyota lainnya saat ini masih mempelajari secara mendalam potensi dampak konflik tersebut.

1 week ago
7











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
