Jakarta, VIVA – Ekonom Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Dr. Surya Vandiantara menyampaikan, anggapan yang kerap mengaitkan turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan pidato Presiden Prabowo, merupakan asumsi yang tidak tepat.
Menurutnya, secara teori, kenaikan dan penurunan IHSG lebih banyak dipengaruhi oleh faktor fundamental, seperti kinerja perusahaan yang melantai di bursa saham dan bukan semata-mata akibat pidato Presiden saja.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Apabila kinerja perusahaan-perusahaan yang melangai di bursa secara mayoritas mengalami penurunan pendapatan atau kerugian, maka sudah sewajarnya jika nilai IHSG ikut turun," kata Surya dalam keterangannya, Sabtu, 4 Juli 2026.
Presiden Prabowo Subianto
Dia menilai, terdapat anomali pada IHSG, dimana kinerja perusahaan yang melantai di bursa cenderung stabil dan ekonomi makro memiliki indikator positif, namun IHSG justru turun.
Sehingga menurutnya, narasi semcam ini mengindikasikan adanya investor nakal yang melakukan tindakan irrasional di bursa, sehingga nilai IHSG mengalami penurunan.
"Terbukti, turunnya IHSG ini kemudian disangkut-pautkan dengan agenda politik yang mendiskreditkan Presiden," ujarnya.
Surya melihat, investor nakal yang melakukan tindakan irrasional di bursa saham ini, telah merusak mekanisme pasar yang sehat. Di saat yang bersamaan, hal itu juga merugikan investor yang telah melakukan analisis fundamental dengan baik, bahkan turut merugikan perusahaan yang melantai di bursa.
"Demi mencapai agenda politik kotor yang terselubung, mereka telah merugikan banyak pihak," kata Surya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Karenanya, Surya meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati, agar tidak terseret pada arus tindakan irrasional para investor tersebut. Dia juga meminta pemerintah untuk bertindak tegas terhadap ulah para investor nakal semacam itu.
"Pemerintah harus berani mengambil tindakan tegas pada perilaku irrasional yang dilakukan investor nakal yang memiliki agenda politik, demi melindungi masyarakat luas," ujarnya.
Akademisi: Riset SSI Buktikan Bahlil Lahadalia Jadi Penyokong Utama Citra Positif Prabowo
Riset SSI mengelompokkan lima tokoh dengan sorotan terbesar, seperti Gibran, Bahlil, Nanik, Letkol Teddy, dan Purbaya, ke dalam satu klaster yang disebut "Tier 1 Dominan"
VIVA.co.id
4 Juli 2026

3 hours ago
1










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8004128/original/059258800_1780843343-word_media_image4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256068/original/018149700_1781146804-20260609_153019.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259900/original/052275700_1781518574-WhatsApp_Image_2026-06-15_at_17.01.22.jpeg)