Eskalasi Konflik AS-Iran Meningkat, Idrus Marham Desak Pemerintah Ambil Sikap Tegas

1 week ago 3

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:24 WIB

Jakarta, VIVA – Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham mendesak pemerintah untuk mengambil sikap tegas atas meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

Amerika Serikat sempat meluncurkan serangan terhadap Iran hingga menewaskan pimpinan tertingginyaz Ali Khamenei

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sikap itu penting sebagai penegasan posisi politik luar negeri Indonesia, sekaligus menjadi "warning" diplomatik atas keterlibatan Indonesia dalam forum Board of Peace (BoP) bentukan Presiden AS Donald Trump. 

Sikap ini menunjukkan konsistensi Indonesia dalam memegang teguh prinsip bebas aktif, sebuah doktrin yang sejak awal menempatkan Indonesia sebagai kekuatan diplomasi di antara blok-blok kepentingan global yang saling beradu.

"Pernyataan tegas tidak setuju atas penyerangan tersebut penting, sebagai peneguhan prinsip politik luar negeri kita. Namun, ketidaksepakatan itu tidak serta-merta harus dimaknai dengan keluar dari forum internasional," kata Idrus dalam keterangannya, Rabu, 4 Maret 2026.

Sementara itu, terkait kemungkinan Indonesia keluar dari Board of Peace (BoP) menurutnya bukan perkara sulit. Tapi sikap ini tidak memberi dampak kondusif bagi arah penyelesaian konflik. 

"Indonesia jelas-jelas, masuk ke forum BoP tidak dengan niat hadir tanpa sikap! Indonesia Tidak berniat hanya duduk manis di tribun penonton pasif. Sementara absensi total, atau memilih langkah keluar, itu juga terlalu spontan dan justru menutup ruang pengaruh yang selama ini susah payah dibangun," tutur dia. 

Bagi Indonesia yang memiliki modal legitimasi sebagai negara muslim terbesar, anggota G20, modal ini mestinya dikapitalisasi untuk menjadikan setiap forum internasional sebagai panggung perjuangan, bukan sekadar ajang diplomasi emosional.

Idrus menegaskan, strategi politik luar negeri Indonesia harus tetap berpijak pada nilai-nilai konstitusi, khususnya amanat Pembukaan UUD 1945, prinsip Dasasila Bandung, serta doktrin politik luar negeri bebas aktif. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam konteks itu, Indonesia tidak boleh terseret arus konflik, tetapi juga tidak boleh diam terhadap pelanggaran prinsip kemanusiaan dan hukum internasional.

Idrus menjelaskan, prinsip dasar keterlibatan Indonesia dalam BoP sejak awal adalah memperkuat jalur diplomasi untuk menyelesaikan persoalan kemanusiaan. Karena itu, menurut dia, langkah penyerangan yang ditempuh AS dan Israel secara diametral bertentangan dengan tujuan forum tersebut.

Halaman Selanjutnya

“Kalau orientasinya penyelesaian secara diplomatik, maka cara-cara militer jelas bertolak belakang. Justru karena kita ada di dalam, kita bisa menunjukkan sikap tegas, menyatakan tidak setuju berdasarkan nilai dasar Dasa sila Bandung, konstitusi, dan prinsip dasar politik luar negeri,” katanya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |