VIVA – Nasib nahas dialami komentator senior asal Turki, Murat Ekrem Cimen. Pria yang sudah lebih dari 30 tahun berkecimpung di dunia penyiaran olahraga itu harus menerima hukuman berat usai melakukan kesalahan fatal saat menyiarkan pertandingan Piala Dunia 2026.
Cimen, yang bekerja untuk stasiun televisi milik pemerintah Turki, TRT, diketahui berulang kali tertukar menyebut Timnas Iran dan Selandia Baru ketika kedua tim bermain imbang 2-2 di SoFi Stadium.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kesalahan tersebut berlangsung selama kurang lebih empat menit. Dalam siaran langsung, Cimen beberapa kali menyebut Iran ketika Selandia Baru sedang menguasai bola, begitu pula sebaliknya. Momen itu pun dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu gelombang kritik dari para penonton.
TRT akhirnya mengambil tindakan tegas. Dalam pernyataan resminya, stasiun televisi tersebut menyebut kesalahan yang dilakukan Cimen tidak dapat diterima dan bertentangan dengan standar penyiaran mereka.
"Kami meminta maaf kepada para pemirsa dan masyarakat atas kesalahan ini," demikian pernyataan TRT.
TRT juga menegaskan bahwa pengalaman panjang yang dimiliki Cimen seharusnya membuat kesalahan seperti itu tidak terjadi.
"Kesalahan ini tidak sejalan dengan pengalaman, keahlian, dan komitmen terhadap kualitas yang selama ini dimiliki TRT," lanjut pernyataan tersebut.
Sebagai bagian dari investigasi, Cimen resmi dicoret dari tim siaran Piala Dunia 2026 dan tidak akan lagi terlibat dalam turnamen tersebut.
Murat Ekrem Cimen sendiri bukan sosok baru di dunia penyiaran. Ia memulai kariernya pada 1997 dan telah meliput berbagai ajang sepak bola serta bola basket, baik di level nasional maupun internasional.
Di tengah derasnya hujatan yang diterima Cimen, rekannya sesama komentator, Ertem Sener, memberikan pembelaan. Menurutnya, kesalahan tersebut memang tidak bisa dibenarkan, namun serangan pribadi yang diterima Cimen juga dinilai berlebihan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Rekan saya memang melakukan kesalahan, tetapi hinaan yang keterlaluan sangat menyedihkan bagi saya. Dia punya keluarga. Murat tidak melakukan kejahatan memalukan, dia hanya membuat kesalahan profesional," ujar Sener.
Ini bukan pertama kalinya komentator Turki tersandung kontroversi di Piala Dunia. Pada edisi 2022, komentator Alper Bakircigil juga kehilangan pekerjaannya setelah menyebut nama legenda sepak bola Turki, Hakan Sukur, saat pertandingan Maroko melawan Kanada.
Halaman Selanjutnya
Kini, kesalahan sederhana yang berlangsung selama empat menit harus dibayar mahal oleh Murat Ekrem Cimen. Pengalaman lebih dari tiga dekade di dunia penyiaran pun tak mampu menyelamatkannya dari sanksi berat yang dijatuhkan TRT.

6 hours ago
1














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6585873/original/001610400_1779426788-portrait-asian-woman-exercising-work-out-gym.jpg)