Jakarta, VIVA – Jika dulu seseorang yang sedang galau biasanya menghubungi sahabat dekat atau curhat kepada keluarga, kini semakin banyak orang memilih bertanya kepada kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) untuk mendapatkan nasihat soal percintaan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Mulai dari masalah hubungan yang renggang, kebingungan saat PDKT, hingga keputusan putus cinta, AI kini menjadi "teman curhat" baru yang tersedia 24 jam sehari.
Fenomena ini bukan lagi sekadar tren sesaat. Berbagai penelitian dan laporan internasional, dikutip VIVA Kamis, 18 Juni 2026, menunjukkan bahwa masyarakat semakin nyaman menggunakan chatbot AI untuk membahas persoalan pribadi yang sebelumnya hanya dibicarakan dengan teman dekat atau pasangan.
Banyak bertanya mengapa orang memilih curhat ke AI, salah satu alasan utama adalah kenyamanan. Berbeda dengan manusia, AI tidak menghakimi, tidak membocorkan rahasia, dan selalu siap merespons kapan saja.
Dalam banyak kasus, pengguna merasa lebih bebas menceritakan masalah yang memalukan atau sensitif kepada AI dibandingkan kepada sahabat mereka sendiri. Pada aporan Reuters pada 2025 menemukan bahwa sebagian orang menggunakan chatbot AI sebagai tempat mencari "gut check" atau pertimbangan sebelum mengambil keputusan besar dalam hidup, termasuk soal hubungan asmara.
Pengguna mengaku AI membantu mereka melihat situasi dari sudut pandang yang lebih terstruktur dan objektif. Selain itu, perkembangan teknologi membuat respons AI semakin terasa personal.
Banyak dari mereka dapat berdiskusi panjang, menjelaskan konteks hubungan mereka secara detail, lalu menerima saran yang disesuaikan dengan situasi yang sedang dihadapi.
Perlu diketahui bahwa ada sebuah studi akademik terbaru menemukan bahwa banyak orang menilai nasihat yang dihasilkan AI memiliki kualitas yang setara, bahkan terkadang lebih baik, dibandingkan nasihat manusia dalam beberapa situasi tertentu.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa pengguna sering kali sulit membedakan kualitas nasihat yang diberikan AI dengan nasihat dari manusia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Untuk penelitian lain yang melibatkan ribuan percakapan manusia dan AI bahkan menemukan bahwa pengguna cenderung menyukai AI yang memberikan respons suportif dan membuat mereka merasa dipahami.
Dalam jangka waktu tertentu, sebagian responden menjadi hampir sama mungkin untuk meminta nasihat pribadi kepada AI seperti kepada teman atau keluarga mereka.
Halaman Selanjutnya
Meski terlihat membantu, para peneliti mengingatkan bahwa AI bukan pengganti hubungan manusia. Beberapa studi menunjukkan bahwa penggunaan chatbot sebagai teman curhat secara berlebihan dapat membuat sebagian orang merasa kurang puas dengan interaksi sosial di dunia nyata.

3 days ago
3














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3225899/original/035012600_1599019411-photo-1522844990619-4951c40f7eda__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6585873/original/001610400_1779426788-portrait-asian-woman-exercising-work-out-gym.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7030163/original/022205500_1779804922-c02ebcc3-6f2d-4b77-b8b7-53a65d092b74.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7085644/original/043419200_1779866458-0f176e17-f5af-45dd-becb-4bf70012ed3b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6682149/original/080813600_1779504411-20260522_095154.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3426394/original/026891500_1618208519-colorful-soda-drinks-macro-shot_53876-18225.jpg)