Gelombang PHK Akibat AI Mulai Terlihat

2 days ago 2

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:26 WIB

VIVA – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat mulai menunjukkan dampak nyata terhadap dunia kerja. Jika sebelumnya kekhawatiran mengenai AI yang menggantikan manusia hanya menjadi perdebatan para ahli, kini sejumlah perusahaan besar di dunia mulai melakukan efisiensi tenaga kerja yang dikaitkan dengan adopsi teknologi tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Laporan berbagai media internasional dan riset ekonomi, dikutip VIVA Jum'at, 19 Juni 2026, menunjukkan bahwa gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang berkaitan dengan penggunaan AI mulai muncul di berbagai sektor, terutama teknologi, layanan pelanggan, administrasi, hingga pekerjaan yang bersifat rutin dan berulang.

Seperti yang dilaporkan Reuters, ada sejumlah perusahaan global telah memangkas ribuan posisi pekerjaan sambil meningkatkan investasi mereka pada teknologi AI. Perusahaan-perusahaan tersebut beralasan bahwa otomatisasi mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional.

Perusahaan Mulai Mengalihkan Investasi ke AI

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan teknologi berlomba-lomba menggelontorkan dana miliaran dolar untuk mengembangkan model AI generatif, pusat data, dan infrastruktur komputasi canggih. Di sisi lain, pengeluaran besar tersebut membuat banyak perusahaan mencari cara untuk meningkatkan efisiensi, termasuk mengurangi jumlah karyawan.

Amazon misalnya pernah dilaporkan memangkas sekitar 14.000 posisi korporat sebagai bagian dari restrukturisasi yang sebagian didorong oleh penerapan AI di berbagai lini bisnis. Reuters menyebut langkah tersebut menjadi salah satu contoh awal bagaimana AI mulai memengaruhi keputusan perusahaan terkait tenaga kerja.

Tidak hanya Amazon, perusahaan perangkat lunak Intuit juga mengumumkan pengurangan sekitar 17 persen tenaga kerjanya sambil memperkuat fokus pada pengembangan produk berbasis AI.

Dampaknya Sudah Mulai Terlihat

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kekhawatiran mengenai dampak AI terhadap lapangan kerja juga disampaikan oleh para ekonom. Goldman Sachs memperkirakan adopsi AI yang semakin cepat berpotensi meningkatkan angka pengangguran pada sektor-sektor yang paling rentan terhadap otomatisasi.

Bahkan menurut estimasi yang dikutip Reuters, AI telah berkontribusi terhadap ribuan kehilangan pekerjaan setiap bulan di industri yang paling terpapar otomatisasi. Pada awal 2026, AI disebut menjadi salah satu alasan yang paling sering dikaitkan dengan pengumuman PHK di Amerika Serikat.

Halaman Selanjutnya

Meski demikian, para analis mengingatkan bahwa tidak semua PHK yang diumumkan perusahaan sepenuhnya disebabkan oleh AI. Faktor ekonomi global, perlambatan pertumbuhan bisnis, restrukturisasi perusahaan, hingga upaya penghematan biaya juga masih menjadi penyebab utama pengurangan tenaga kerja.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |